BKSDA Sulawesi Tengah tanam pohon jaga keberlanjutan ekosistem peringati HKAN
BKSDA Sulawesi Tengah tanam pohon jaga keberlanjutan ekosistem peringati HKAN
Senin, 10 Agustus 2026 16:02 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kanan) didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi (kiri) menanam bibit kelapa di kampus Poltekpel Sumatera Barat di Padang Pariaman, Selasa (14/7/2026). Kunjungan kerja di Padang Pariaman tersebut diisi dengan menyerahkan bantuan bibit, penanaman pohon serta rapat koordinasi (rakor) permasalahan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah di TPA. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/nym.
Palu (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah menanam 50 bibit pohon sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.
“Menanam pohon bertujuan agar tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Setiap pohon yang kita tanam itu merupakan investasi ekologis,” kata Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Mulyadi Joyomartono dihubungi di Palu, Senin.
Ia menjelaskan penanaman tersebut dilaksanakan di areal Kampus Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HKAN 2026.
Dalam kegiatan tersebut, BKSDA Sulteng menanam tiga jenis tanaman, yakni nantu, mahoni, dan nangka.
Menurut dia, tanaman yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang, termasuk berkontribusi terhadap penyerapan karbon.
Ia mengatakan penanaman pohon tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata upaya konservasi yang manfaatnya dapat dirasakan seiring dengan pertumbuhan tanaman.
“Setiap pohon yang kita tanam merupakan investasi ekologis. Nantinya pohon itu akan tumbuh berkontribusi untuk menyerap karbon,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, BKSDA Sulteng juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Teknik, dan Fakultas Kehutanan Untad.
Kerja sama tersebut mencakup program magang, penelitian, serta berbagai program konservasi yang dilaksanakan bersama BKSDA dan pihak perguruan tinggi.
Ia mengatakan keterlibatan perguruan tinggi penting dalam mendukung upaya konservasi, khususnya melalui kegiatan akademik dan penelitian yang dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan sumber daya alam.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan sivitas akademika dalam kegiatan konservasi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Menurut dia, upaya konservasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sehingga kerja sama antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026