BMKG: Kalsel berpotensi hujan ringan hingga 28 September
Potensi pertumbuhan awan hujan secara umum berada pada kategori tinggi, terutama di bagian utara, barat, dan sebagian wilayah timur Kalsel
Banjarmasin (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi mengalami hujan ringan pada 24–28 September 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, mengatakan berdasarkan pemantauan, pertumbuhan awan hujan di Kalsel ke depan berada pada kategori tinggi dengan peluang hujan sekitar 50 hingga 70 persen.
“Potensi pertumbuhan awan hujan secara umum berada pada kategori tinggi, terutama di bagian utara, barat, dan sebagian wilayah timur Kalsel,” katanya di Banjarbaru, Kamis.
Hasil pengamatan alat Automatic Rain Gauge (ARG) di sejumlah lokasi, lanjutnya, menunjukkan curah hujan yang masih sangat rendah.
Baca juga: BMKG prakirakan hujan berangsur turun di daerah rawan karhutla
Di Tabalong misalnya, kata dia, curah hujan yang terukur hanya sekitar 0,10 milimeter. Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang terjadi masih belum signifikan.
Sementara itu, berdasarkan model IFS, kondisi cuaca Kalsel secara umum diprakirakan cerah hingga berawan, dengan peluang hujan ringan hampir di seluruh wilayah pada 24–28 September.
“Secara umum cerah hingga berawan, tetapi tetap ada potensi hujan ringan hampir di seluruh Kalimantan Selatan,” kata Ota Welly.
Terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Ota mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan dan direncanakan berlangsung hingga akhir September.
Baca juga: BMKG perketat pengawasan daerah rawan bencana saat puncak musim hujan
Ia menjelaskan OMC dilakukan dengan menyasar awan-awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan. Awan tersebut kemudian disemai menggunakan bahan berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam untuk membantu meningkatkan intensitas curah hujan.
“Ketika ada awan yang berpotensi menghasilkan hujan, awan tersebut yang dikejar untuk disemai atau ditabur NaCl, sehingga diharapkan dapat menambah intensitas curah hujan,” kata Ota.
Meski potensi hujan dalam beberapa hari ke depan umumnya masih dalam kategori ringan, lanjut dia, kegiatan OMC tetap dapat dilakukan apabila terdapat awan yang memenuhi kriteria untuk disemai.
Dengan kondisi tersebut BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan awan dan curah hujan di wilayah Kalsel sebagai bahan evaluasi pelaksanaan OMC serta mendukung upaya penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Baca juga: Wamenko Pangan sebut penanganan karhutla Kalsel jadi prioritas
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.