BNNP Jateng-Pemkot Semarang melindungi generasi muda dari narkoba
BNNP Jateng-Pemkot Semarang melindungi generasi muda dari narkoba
Senin, 27 Juli 2026 08:26 WIB
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, bersama Kepala Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat, saat melepas peserta Jalan Sehat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertajuk "One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar" uang digelar di halaman Kantor BNNP Jateng, Semarang, Minggu (26/7/2026). (ANTARA/HO-Pemkot Semarang)
Semarang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang memperkuat komitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Gerakan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).
Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat, di Semarang, Minggu, menegaskan bahwa ancaman narkotika terhadap anak dan remaja harus dihadapi sedini mungkin sehingga pencegahan tidak boleh baru dilakukan ketika seseorang telah menjadi korban.
Hal tersebut disampaikannya saat Jalan Sehat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 bertajuk "One Step Against Drugs: Melangkah Bersama untuk Indonesia Bersinar" uang digelar di halaman Kantor BNNP Jateng.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HANI 2026 yang mengangkat tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045".
Menurut dia, peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun gerakan bersama untuk melindungi generasi muda.
"Ketika seorang anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, yang terancam bukan hanya kesehatannya. Pendidikan, cita-cita, dan masa depannya ikut terancam. Pada akhirnya, keluarga dan masa depan bangsa juga terdampak," katanya.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak menjadi korban, dengan semangat menjadi landasan Gerakan Ananda Bersinar yang menempatkan anak sebagai subjek utama dalam upaya pencegahan narkoba.
Ananda Bersinar merupakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba yang berangkat dari keyakinan bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari keluarga, sekolah, lingkungan tempat anak tumbuh.
Serta, membangun kemampuan setiap anak untuk berani berkata tidak terhadap narkoba.
"Anak tidak cukup hanya diberi tahu bahwa narkoba itu berbahaya. Anak harus memiliki ketahanan diri, mampu mengenali sesuatu yang berbahaya, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani mengambil keputusan yang benar," katanya.
Dan yang paling penting, kata dia, berani berkata "tidak" ketika ada orang yang menawarkan narkoba atau mengajak melakukan sesuatu yang membahayakan masa depannya.
Keterlibatan generasi muda secara langsung dalam pencegahan narkoba juga ditandai dengan pengukuhan 10 Sobat Bersinar dari perwakilan pelajar SMA dan SMK di Kota Semarang.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan dukungan Pemkot Semarang terhadap Gerakan Ananda Bersinar dan berbagai upaya pencegahan narkoba yang menyasar anak, serta generasi muda.
Menurut dia, pembangunan Kota Semarang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dengan memastikan anak-anak dan generasi muda tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang baik, dan terlindungi dari narkoba.
"Anak-anak Kota Semarang adalah masa depan kita. Mereka harus tumbuh sehat, cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan berada dalam lingkungan yang mampu melindungi mereka dari berbagai ancaman, termasuk narkoba. Karena itu, pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas BNN atau pemerintah," katanya.
Baca juga: BNNP Jateng: Peredaran narkoba kian masif manfaatkan teknologi digital
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.