Bos VR46 Racing Team Beri Pesan Menohok buat Vinales
Jakarta -
Masa depan Maverick Vinales di MotoGP semakin tak menentu. Di tengah memanasnya konflik dengan KTM dan Tech3, bos VR46 Racing Team, Pablo Nieto, memberi komentar menohok soal nasib mantan pebalap Yamaha, Suzuki, dan Aprilia tersebut.
Karier Vinales di MotoGP 2027 dikabarkan berada di ujung tanduk. Pebalap yang sudah mengoleksi 10 kemenangan di kelas premier itu kehilangan peluang bergabung dengan tim pabrikan KTM dan bertahan di tim satelit Tech3.
Situasi tersebut tidak lepas dari cedera bahu yang dialami Vinales pada pertengahan musim lalu. Cedera itu bikin awal musim 2026 berjalan sulit, serta menggagalkan rencana kepindahannya ke tim pabrikan KTM. Vinales juga beberapa kali melontarkan kritik kepada KTM dan Tech3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pablo Nieto, yang pernah bekerja sama dengan Vinales saat sang pebalap merebut gelar juara dunia Moto3 2013, menilai Vinales sebenarnya punya talenta luar biasa. Namun, cedera datang di waktu yang sangat tidak tepat.
Pablo Nieto, Manajer VR46 Racing Team Foto: (Septian Farhan Nurhuda/detikOto)
"Sayangnya, dalam olahraga ini dan praktis di semua olahraga, apa yang dilihat orang adalah apa yang Anda lakukan di balapan terakhir," kata Nieto kepada Mundo Deportivo seperti dikutip dari Crash.
Menurut Nieto, banyak orang kini melupakan kualitas Vinales hanya karena hasil yang kurang memuaskan di beberapa balapan terakhir. "Dia adalah salah satu pebalap paling berbakat yang pernah saya lihat dalam hidup saya, tetapi saya rasa dia kurang beruntung dalam hal cedera," sambungnya.
Nieto kemudian melontarkan pernyataan yang cukup menyakitkan bagi seorang pebalap profesional.
"Sayangnya, jika Anda mengalami cedera yang memaksa Anda absen dari balapan, orang-orang di sini akan melupakan Anda dalam sehari. Tidak ada yang membicarakanmu lagi, dan mungkin itulah yang terjadi padanya," tambah Nieto.
Ia juga menilai kondisi mental Vinales kemungkinan ikut terpengaruh akibat situasi yang dialaminya musim ini.
"Dan jika Anda tidak mendapatkan hasil dan Anda merasa tidak nyaman dengan tim atau motornya-dan ini hanya pendapat saya, karena saya belum banyak membahasnya dengannya-seperti yang dia katakan sendiri, dia jelas agak jenuh," tukasnya.
Di sisi lain, bursa transfer MotoGP 2027 bergerak sangat cepat. KTM telah memilih Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk mengisi tim pabrikan, sementara sebagian besar kursi di tim pabrikan maupun satelit juga sudah terisi. Bahkan, hanya tersisa satu kursi di tim pabrikan Honda yang belum memiliki pemilik.
Hingga kini Vinales belum mengungkapkan apakah dirinya akan mencari peluang di luar MotoGP. Saat tampil di GP Jerman, pebalap asal Spanyol itu hanya mengakui bahwa dirinya 'sudah kelelahan' menghadapi situasi yang terjadi.
(lua/din)