BPBD Cianjur menggencarkan patroli antisipasi kebakaran lahan - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggencarkan patroli ke sejumlah titik rawan terjadi kebakaran lahan akibat kelalaian dengan melibatkan 360 relawan guna mengimbau masyarakat menghindari membakar sampah selama kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Selasa, mengatakan selama periode Juli-Agustus 2026 pihaknya menangani 38 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dimana tiga di antaranya masih dalam penanganan petugas gabungan.
Sebagian besar kebakaran lahan dan hutan akibat kelalaian manusia atau human error dimana pemicu kebakaran akibat kebiasaan membakar sampah sembarangan sehingga menjalar ke lahan dengan rumput dan ilalang yang mengering sehingga mudah terbakar.
“Tercatat 35 kejadian sudah tuntas ditangani petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, Dishub Cianjur, dan relawan dibantu masyarakat, sedangkan tiga kejadian terbaru masih dalam penanganan bersama di Kecamatan Cibeber, Cilaku, dan Cigenang," katanya.
Untuk penanganan tiga lokasi lahan yang masih terjadi kebakaran, mendapat pengawasan dari petugas dan relawan karena setelah berhasil dipadamkan api kembali menyala ketika angin bertiup kencang pada petang hari, patroli melibatkan masyarakat sekitar agar dapat dilakukan penangan cepat ketika api kembali terlihat.
Selain pembakaran sampah sembarangan, tutur dia, kebakaran lahan juga disebabkan pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar karena sebagian petani menekan biaya pengolahan lahan, namun upaya tersebut membuat lahan di sekitar ikut terbakar.
Selama musim kemarau angin bertiup cukup kencang terutama pada petang dan malam hari, sehingga bara api yang belum padam dengan cepat menyebar membakar lahan dengan rumput dan pohon kering di sekitarnya.
“Untuk mengantisipasi kebakaran lahan terus meluas, kami meminta petugas dan relawan menggencarkan patroli dan sosialisasi pada masyarakat agar ikut membantu mencegah terjadinya kebakaran lahan agar tidak kembali terjadi," katanya.
Kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Cianjur, tambah dia, menyebabkan satu orang meninggal dunia terjadi di Kecamatan Cibeber, dimana seorang petani terjebak dalam kobaran api saat membuka lahan dengan cara dibakar.
Kejadian tersebut menjadi peringatan bagi warga agar tidak melakukan kesalahan yang sama membuka lahan dengan cara membakar memiliki risiko besar tidak hanya terhadap lingkungan tetapi keselamatan warga yang melakukannya.
“Kami membuka call center 112 bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, silahkan hubungi nomor tersebut guna dilakukan penanganan cepat baik kebakaran lahan atau membutuhkan air bersih selama kemarau," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.