Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan puluhan personel untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait antisipasi dan dampak musim kemarau.

"Setiap hari kami menerjunkan 25 personel secara bergantian. Kami juga melibatkan sekitar 10 personel BPBD wanita untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan penanganan non-kedaruratan seperti trauma healing dan lainnya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Senin.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi dilakukan di pusat keramaian seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, perumahan padat penduduk, kawasan pertokoan, hingga area pergudangan, sekaligus membagikan selebaran imbauan.

Sementara antisipasi dampak kekeringan berupa kebakaran, BPBD rutin memutar imbauan Wali Kota Mataram melalui pengeras suara serta membagikan selebaran berisi panduan praktis dan nomor kontak darurat pada sejumlah fasilitas umum.

"Selain itu kami juga memutar imbauan melalui mengeras suara tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya," kata Budi Wartono.

Di samping itu pihaknya juga fokus pada kegiatan patroli pemantauan ke area lahan yang rawan terbakar, seperti lahan persawahan, guna mengedukasi petani agar tidak melakukan pembakaran jerami sembarangan.

Di sisi lain berdasarkan informasi terbaru hasil koordinasi rutin bersama BMKG, kata dia, potensi hujan diperkirakan mulai terjadi pada bulan Oktober 2026.

Untuk memantau perkembangan cuaca, pihaknya intens berkonsultasi dengan BMKG, baik BMKG Mataram maupun BMKG Bandara Internasional Lombok.

Menanggapi kondisi kekeringan saat ini, Budi mengatakan sejauh ini belum ada laporan terkait kekeringan ekstrem pada lahan pertanian maupun sumur warga dari pihak kecamatan atau dinas terkait.

Kendati demikian terjadi penurunan debit air pada beberapa saluran irigasi dan kolam budidaya ikan air tawar akibat berkurangnya kiriman air dari area hulu.

"Alhamdulillah, hasil pantauan kami kebutuhan air untuk sehari-hari masyarakat mandi, cuci, masak, masih cukup. Tidak ada yang terdampak ekstrem seperti di daerah lain," katanya.

Kendati demikian pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap puncak kemarau dengan hemat dan bijaksana menggunakan air.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026