BPKH hadirkan lima fitur baru di BPKH Apps agar permudah calon haji
...Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menghadirkan lima layanan terbaru di BPKH Apps yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan manfaat yang lebih dekat dengan jamaah calon haji.
“Transformasi digital bagi BPKH bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menambah layanan dalam sebuah aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan perjalanan ibadah haji,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah di Jakarta, Rabu.
Lima layanan baru yang diperkenalkan terdiri dari e-wallet haji, transfer, dompet haji, tanya haji, dan Islamic Social Fund.
Kehadiran layanan tersebut melengkapi layanan yang sebelumnya telah tersedia di BPKH Apps, seperti setoran awal haji, cek saldo dan nilai manfaat, estimasi keberangkatan, portofolio keuangan haji, buku saku digital, informasi kegiatan BPKH, serta layanan Islami.
BPKH Apps selama ini banyak digunakan oleh calon jamaah haji untuk memantau dana mereka setelah melakukan pembayaran pendaftaran haji.
Baca juga: BPKH: Biaya haji 2027 perlu jaga keadilan jamaah dan keberlanjutan
Melalui e-wallet haji, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini untuk mendukung kebutuhan transaksi, termasuk top up dan penggunaan saldo sebagai sumber dana transaksi. Sementara layanan transfer memungkinkan pengiriman dana ke rekening bank dalam negeri dengan biaya Rp1.500 per transaksi.
Adapun dompet haji merupakan layanan yang terhubung dengan tabungan bank syariah yang dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi.
Tidak hanya layanan finansial, BPKH Apps juga menghadirkan tanya haji, yaitu layanan informasi seputar haji melalui Artificial Intelligence (AI). Pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan memperoleh respons beserta sumber informasi yang tersedia.
“Sementara Islamic Social Fund memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilih dan melakukan transaksi wakaf melalui program dari Baitul Mal Muamalat dan Harika Foundation sebagai nazhir,” kata Fadlul.
Baca juga: BPKH: Rasionalisasi Bipih penting bagi keadilan & haji jangka panjang
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan pengembangan BPKH Apps diarahkan agar masyarakat mendapatkan pengalaman yang lebih terintegrasi dalam mempersiapkan perjalanan haji.
“Kami ingin BPKH Apps hadir bukan hanya sebagai aplikasi untuk melihat informasi haji, tetapi sebagai teman perjalanan digital masyarakat. Mulai dari mengetahui estimasi keberangkatan, melihat informasi portofolio keuangan haji, memenuhi kebutuhan transaksi, hingga mendapatkan informasi seputar haji,” kata Harry.
Menurut Harry, kemudahan akses informasi menjadi bagian penting dalam persiapan perjalanan haji. Karena itu, BPKH Apps dikembangkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan informasi, finansial, dan layanan pendukung secara lebih praktis.
Melalui pengembangan ini, Harry berharap BPKH Apps menjadi salah satu sarana yang semakin mendekatkan layanan BPKH kepada masyarakat dan membantu mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah dengan lebih mudah, praktis, dan terintegrasi.
Baca juga: BPKH usul cicilan setoran lunas haji masuk dalam ekosistem kelolaan
Baca juga: BPKH pastikan dana haji aman di tengah dinamika nilai tukar rupiah
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.