BRIN tepis isu tsunami di Selat Sunda akibat erupsi Anak Krakatau - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan tidak ada anomali gelombang yang memicu tsunami di Selat Sunda akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Hasil monitoring 24 jam, tidak ada tsunami ya dipastikan Bapak/Ibu. Jadi kalau ada informasi gelombang surut, gelombang tinggi itu dipastikan hoaks," kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Semeidi Husrin dalam diskusi kebencanaan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Semeidi menyebutkan informasi tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan intensif melalui perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA) yang terpasang persis di kawasan Pulau Rakata.
Ia menjelaskan alat pendeteksi tsunami ciptaan BRIN berbasis anomali muka air laut dengan transmisi cepat tersebut telah terintegrasi secara langsung dengan sistem jaringan peringatan dini milik BMKG.
Semeidi menuturkan bahwa peningkatan aktivitas Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik pada awal September memang sempat memengaruhi operasional pemantauan.
Menurut dia, material vulkanik yang menutupi panel surya membuat alat kesulitan melakukan pengisian daya secara maksimal di siang hari, sehingga suplai baterai IDSL-PUMMA sempat mengalami penurunan.
Meski demikian, hasil pantauan yang didapat melalui perangkat tersebut tidak menunjukkan adanya ancaman gelombang tsunami akibat adanya erupsi Gunung Anak Krakatau.
Untuk memperkuat sistem peringatan dini dari kendala alam seperti itu, BRIN mendorong kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan lebih banyak perangkat pemantau tambahan yang saling menguatkan.
"Oleh karena itu, diperlukan jumlah unit tambahan IDSL-PUMMA yang memadai. Jadi setidaknya diperlukan 6 unit di sana ya (Pulau Rakata), di setiap pulau yang mengelilingi," ujarnya.
Selain penambahan sensor muka air laut di Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata, BRIN juga tengah memprioritaskan perbaikan kamera CCTV pengawas guna keperluan validasi visual lapangan.
Penyempurnaan infrastruktur kebencanaan dan pemeliharaan alat secara reguler diharapkan dapat semakin meningkatkan perlindungan preventif bagi kawasan pesisir di sekitar Banten dan Lampung.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.