BTN komitmen ikut tuntaskan Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo
Kalau FLPP hanya untuk membeli rumah. Sementara KPP, bisa membangun rumah atau pun merenovasi rumah yang sudah ada, khususnya untuk usaha jualan 'online'
Palu (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berkomitmen untuk ikut serta menuntaskan Program Tiga Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Commercial Banking Bank BTN Hermita mengatakan program tersebut menyasar dua kelompok kredit kepemilikan rumah (KPR), yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP).
“Dulu hanya fokus ke FLPP, sekarang sudah ada KPP,” kata Hermita di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu.
FLPP adalah fasilitas pembiayaan perumahan dari pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di mana subsidi bunga dari pemerintah membuat cicilan rumah menjadi lebih murah dan tetap stabil sampai lunas.
Sementara KPP adalah kredit dengan suku bunga khusus yang menyasar masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Program itu membantu masyarakat mendapatkan akses modal atau pembiayaan terjangkau, agar usaha bisa berkembang, berdampingan dengan pemenuhan hunian yang layak.
Baca juga: Sebanyak 100 orang di Banyuwangi ikuti akad massal KPR BTN
Baca juga: BTN cari inovasi sektor perumahan lewat Housingpreneur Batch 3
“Kalau FLPP hanya untuk membeli rumah. Sementara KPP, bisa membangun rumah atau pun merenovasi rumah yang sudah ada, khususnya untuk usaha jualan 'online',” ungkapnya.
Dari kuota FLPP yang diberikan pemerintah sebesar 160 ribu unit, yang sudah direalisasikan hingga September 2026 sebanyak 78 ribu unit.
Menurut dia, khusus KPP sudah didukung oleh ekosistem yang utuh dari pembangunan sampai penjualan. Program yang bernama KPP Sisi Penyediaan Rumah (Supply) yakni fasilitas pembiayaan modal kerja atau investasi dari pemerintah melalui bank penyalur seperti BTN, untuk mendukung para pelaku usaha di ekosistem perumahan.
“Program ini menyasar penerima yakni pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi atau kontraktor, hingga pedagang atau penyedia bahan bangunan,” jelasnya.
Selain itu, BTN telah melaksanakan program FLPP untuk jangka waktu 40 tahun. Kelebihan dari waktu yang panjang itu, memberikan angsuran yang sangat murah dan bunga tetap sampai proses kredit selesai.
“Sehingga makin banyak masyarakat, yang dapat menikmati subsidi dari pemerintah,” ujarnya.
Baca juga: BTN: Penerbitan obligasi sosial "oversubscribe" 2,9 kali capai Rp2,9 T
Baca juga: Laba BTN per Agustus 2026 Rp2,71 T, tumbuh 35,89 persen secara tahunan
Pewarta: Fauzi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.