Bulog Sumut: Penyaluran jagung SPHP ke peternak capai 1.111 ton - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyatakan penyaluran jagung pipil melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur mencapai 1.111 ton atau sekitar 43,76 persen dari total alokasi sebanyak 2.538 ton.
"Total penyaluran jagung pipil SPHP kepada peternak ayam petelur tersebut dari periode Mei hingga 6 September 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Sumut, Selasa.
Budi mengatakan penyaluran jagung SPHP tersebut ditujukan kepada peternak ayam petelur skala kecil hingga menengah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.
Menurut dia, penyaluran juga diperluas menyusul permintaan dari dinas peternakan setempat untuk menambah alokasi bagi peternak, di antaranya di Pulau Nias, Kota Pematangsiantar, Kota Binjai dan Kabupaten Serdang Bedagai.
"Selain penambahan kepada peternak ayam petelur, kami juga menyalurkan untuk peternak babi di Pematangsiantar dan Nias. Tapi, saat ini peternak babi tersebut belum membeli jagung meskipun skalanya hanya 60 ton," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada peternak yang stok pakan telah habis agar segera mengambil jagung SPHP yang tersedia di Gudang Bulog dengan harga Rp5.000 per kilogram.
Di sisi lain, untuk memperkuat stok jagung, Bulog Sumut masih melakukan penyerapan di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Karo.
"Saat ini, realisasi penyerapan jagung pipil telah mencapai 5.190 ton dan diperkirakan akan bertambah saat memasuki musim panen di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labuhanbatu Utara," ucapnya.
Budi menambahkan untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), Polri dan pemerintah setempat.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pengadaan dalam negeri dengan kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.