Bupati Banyumas: Korban tribun VIP Drift Speed Fest capai 75 orang
Saya sedang keliling ke semua RS mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan cek kondisi korban
Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan jumlah korban luka akibat ambruknya tribun VIP pada ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mencapai 75 orang.
Dalam pesan singkat yang disampaikan kepada wartawan di Purwokerto, Minggu petang, dia mengatakan seluruh korban luka berat maupun ringan menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, antara lain RST Wijayakusuma, RS Elisabeth, RS Orthopaedi, RSUD Prof Margono Soekarjo, dan RS Ananda.
“Saya sedang keliling ke semua RS mengajak tim penyelenggara untuk menyambangi dan cek kondisi korban,” katanya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Baca juga: Bupati Banyumas: Investigasi ambruknya tribun VIP libatkan semua pihak
Sebelumnya, Bupati mengatakan prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
Insiden ambruknya tribun VIP terjadi saat panitia membagikan merchandise kepada penonton beberapa menit setelah ajang Drift Speed Fest dibuka oleh Bupati Banyumas pada Minggu (26/7) siang.
Akibat kejadian tersebut puluhan penonton yang berada di tribun VIP berjatuhan dan sebagian di antaranya mengalami luka-luka, sehingga harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dengan menggunakan puluhan ambulans.
Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab ambruknya tribun.
“Proses investigasi saat ini dilakukan oleh kepolisian dengan memeriksa berbagai pihak, mulai dari event organizer (EO/penyelenggara acara), vendor, panitia pelaksana, hingga Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tribun VIP,” kata Bupati.
Baca juga: Puluhan terluka saat tribun VIP Drift Speed Fest Purwokerto ambruk
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.