Liputan6.com, Jakarta - Biaya langganan yang tampak kecil setiap bulan bisa berubah menjadi pengeluaran besar ketika jumlahnya terus bertambah. Layanan streaming film, musik, gym, hingga berbagai aplikasi berbayar kerap menggunakan sistem pembayaran otomatis sehingga tagihan tetap berjalan meski pengguna sudah jarang memakainya.

Melansir New York Post, Jumat (18/9/2026), kondisi ini dikenal sebagai subscription creep, yakni kebiasaan menambah layanan berlangganan sedikit demi sedikit hingga akhirnya membebani pengeluaran bulanan. Nilainya mungkin terlihat ringan secara terpisah, ttapi jika dikumpulkan, total tagihan dapat mencapai jutaan rupiah.

Lindsey Crossmier, peneliti MarketWatch Guides, mengatakan kepada media tersebut bahwa beberapa layanan dengan biaya sekitar Rp 88 ribu hingga Rp 178 ribu per bulan dapat menumpuk hingga lebih dari Rp 4,8 juta tanpa disadari.

Pengeluaran serupa juga bisa muncul dari masa uji coba gratis yang terlupakan. Ketika periode tersebut berakhir, sistem perpanjangan otomatis akan langsung menarik biaya meski layanan tidak lagi digunakan.

Rod Griffin, direktur senior bidang pendidikan publik dan advokasi di Experian, mengatakan tagihan dapat meningkat lebih cepat ketika penyedia layanan menaikkan harga saat masa berlangganan diperpanjang.

Kebiasaan menganggap nominal kecil sebagai pengeluaran sepele turut membuat layanan yang sudah jarang digunakan tetap bertahan dalam daftar pembayaran.

Pemeriksaan rutin terhadap seluruh langganan dapat membantu menemukan biaya yang tidak lagi diperlukan, termasuk layanan yang jarang dibuka atau sudah memiliki alternatif gratis.

Waspadai Metode Set It and Forget It

Biaya langganan

Perbesar

Menggunakan kartu kredit untuk pembayaran otomatis pada biaya langganan aplikasi. (Dok. Unsplash)

Metode set it and forget it atau pembayaran otomatis memang membuat proses berlangganan lebih praktis. Namun, kemudahan tersebut juga dapat membuat seseorang lupa mengecek layanan yang masih aktif dan terus menarik biaya dari rekening.

Bernadette Joy Cruz Maulion, penulis buku Crush Your Money Goals, mengatakan sejumlah model bisnis memanfaatkan kebiasaan konsumen yang lupa membatalkan langganan. Proses pembatalan yang rumit juga dapat membuat seseorang menunda atau bahkan mengurungkan niat untuk berhenti berlangganan.

Banyak biaya langganan yang dibayarkan otomatis melalui kartu atau rekening berbeda dapat membuat pengeluaran sulit dipantau. Meski nominalnya kecil, biaya tersebut tetap bisa menumpuk dan sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti membayar tagihan, melunasi utang, atau menambah tabungan. 

Tips Mengelola Langganan

Ilustrasi pengelolaan dan perencanaan keuangan langganan

Perbesar

Ilustrasi pengelolaan biaya langganan. (foto: pexels)

Mengelola biaya langganan dapat dimulai dengan mengecek seluruh layanan yang masih aktif. Kimberly Palmer, pakar keuangan pribadi dari NerdWallet, menyarankan untuk mencatat semua langganan sekaligus dan membatalkan layanan yang sudah tidak digunakan atau tidak lagi memberikan manfaat.

Cara lain yang bisa dicoba adalah melakukan "detoks langganan" dengan menghentikan sementara seluruh layanan. Setelah itu, langganan yang benar-benar dibutuhkan dapat diaktifkan kembali secara bertahap.

Agar lebih mudah dipantau, buat daftar seluruh langganan menggunakan spreadsheet atau alat pengelola keuangan. Catat biaya yang dibayarkan, waktu kenaikan harga, serta seberapa sering layanan tersebut digunakan.

Griffin menyarankan penggunaan satu kartu untuk pembayaran langganan agar pengeluaran lebih mudah dilacak. Dengan daftar tersebut, setiap layanan dapat dievaluasi kembali berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya.

Jangan Termakan Uji Coba Gratis

Biaya langganan

Perbesar

Membayar biaya langganan, biasa termakan uji coba gratis. (Dok. Unsplash)

Selain mengevaluasi biaya langganan, perhatikan pula layanan yang memiliki fungsi serupa. Janelle Sallenave, Chief Spending Officer Chime, menyarankan konsumen memeriksa adanya langganan yang tumpang tindih. Berbagi layanan dengan pasangan atau teman serumah juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi pengeluaran.

Uji coba gratis juga perlu diperhatikan karena dapat berubah menjadi langganan berbayar setelah masa percobaan berakhir. Atur pengingat untuk membatalkannya sebelum jatuh tempo atau hindari layanan yang meminta informasi kartu pembayaran jika memang tidak dibutuhkan.

Perlu berhati-hati terhadap uji coba gratis yang mengharuskan pengguna memasukkan nomor kartu kredit ataupun nomer yang terdaftar di dompet digital. Langkah tersebut dapat mengurangi risiko terkena biaya otomatis ketika masa percobaan berakhir.

Jika ingin menggunakan layanan baru, pertimbangkan untuk menggantikan langganan lama yang sudah tidak terlalu dibutuhkan.