Coco Gauff: Alex Eala Alami Tekanan Lebih Besar Ketimbang Saya, Dia dari Filipina
Hervin Saputra
| 7 September 2026, 16:59 WIB

Petenis asal Filipina, Alexandra Eala (kanan), saat hendak berangkulan dengan lawan yang mengalahkannya di putaran keempat AS Terbuka 2026, Iva Jovic, di New York, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026). USTA/Ben Solomon.
AKURAT.CO, Petenis dua kali juara grand slam asal Amerika Serikat, Coco Gauff, mengaku tak bisa merasakan secara persis tekanan yang dibebankan kepada koleganya asal Filipina, Alexandra Eala.
Di sela AS Terbuka 2026, Coco Gauff mengatakan bahwa Alexandra Eala mengalami tekanan lebih berat karena berasal dari negara yang tidak punya sejarah besar olahraga, khususnya tenis, seperti Filipina.
“Melihat dari luar, dia mengalami tekanan lebih besar,” kata Coco Gauff menjelang laga babak 16 besar AS Terbuka 2026 kontra Iva Jovanovic sebagaimana dipetik dari BBC.
“Saya sangat menghormati dia dan apa yang dia lakukan. Tetapi saya tidak bisa benar-benar berempati. Saya merasa dia mengalami tekanan yang lebih besar ketimbang saya.”
Langkah Alexandra Eala di AS Terbuka terhenti di putaran ketiga dengan kekalahan atas Iva Jovic dalam duel tiga set dengan skor akhir 5-7, 6-3, dan 5-7. Ini adalah capaian terbaik Eala di AS Terbuka sejak debut dari kualifikasi pada 2024.
https://akurat.co/arena/886622/as-terbuka-janice-tjen-lawan-mirra-andreeva-alex-eala-jajal-mary-stoiana
“Hype” terhadap Eala memuncak selepas petenis berusia 21 tahun itu memenangi Washington Terbuka 2026 pada awal Agustus silam. Kemenangan atas Jessica Pegula di final menjadikan Eala sebagai petenis Filipina pertama yang memenangi gelar tunggal turnamen WTA.
Sebulan sebelumnya, Eala juga menciptakan sensasi dengan mencapai putaran keempat Wimbledon. Capaian di Wimbledon membuat Eala mendapat penghormatan dengan undangan oleh Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, di Istana Malacanang, Manila.
Pertanyaan tentang tekanan terhadap Eala yang diajukan ke Gauff tak lepas dari kekalahan jagoan tenis Filipina tersebut atas Jovic. Gauff dan Eala boleh dikatakan seusia namun dengan latar belakang negara yang berbeda dalam konteks tenis.
“Tidak, saya sama sekali tak bisa memahami (tekanan Eala), karena dia adalah pemain Filipina pertama yang mendobrak batas, terutama di sektor putri,” kata Gauff.
“Ketika Anda bicara tentang atlet dari Filipina, apa yang dilakukannya mirip dengan apa yang dilakukan Manny Pacquiao terhadap negaranya.
“Saya beruntung datang dari AS, di mana kami punya banyak ikon untuk diteladani, orang-orang yang sudah mendobrak pintu bagi saya untuk berada di tempat saya berada.”