Liputan6.com, Jakarta - Bentrokan maut yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, tak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, tetapi juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Dua sekolah di kawasan Matraman Dalam untuk sementara mengalihkan proses pembelajaran menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dua sekolah tersebut adalah Raudlotul Athfal (RA) Karisma dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karisma yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid Jami' Matraman.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, kedua sekolah berada di lantai dua Gedung Masjid Jami' Matraman, yang menjadi salah satu titik awal bentrokan antarwarga pada Minggu (26/7/2026) pagi.

Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengatakan kebijakan PJJ diambil sebagai langkah antisipasi agar orang tua dan siswa merasa lebih aman di tengah situasi pascabentrokan.

"Iya untuk sementara belajarnya PJJ, dari rumah," kata Nurhelmi saat ditemui di depan Masjid Jami' Matraman, Senin (27/7/2026).

Tunggu Situasi Kondusif

Garis polisi masih membentang di lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). (Liputan6/Rifqy Alief)

Perbesar

Garis polisi masih membentang di lokasi bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). (Liputan6/Rifqy Alief)

Menurut Nurhelmi, belum ada kepastian hingga kapan pembelajaran jarak jauh akan diberlakukan. Kegiatan belajar tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah situasi dinilai benar-benar kondusif.

"Saya rasa kalau memang sudah kondusif bisa langsung kembali. Belum ada kepastian (sampai kapan PJJ)," ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut diambil untuk memberikan rasa tenang kepada para orang tua tanpa mengganggu proses belajar para siswa.

"Mungkin mengantisipasi saja sampai ada, apa namanya, menentramkan ya orang tuanya biar nyaman juga mungkin anaknya lebih baik. Yang penting proses belajar mengajarnya masih langsung," katanya.

Pengamanan Diperketat

Lokasi bentrokan antarwarga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Liputan6/Rifqy Alief)

Perbesar

Lokasi bentrokan antarwarga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Liputan6/Rifqy Alief)

Sementara itu, aparat kepolisian bersama TNI masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi bentrokan. Fokus penjagaan berada di depan Masjid Jami' Matraman dan sepanjang Jalan Pegangsaan guna mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.

Sebelumnya, bentrokan antarwarga di Jalan Tambak mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka kritis. Polisi telah mengamankan sekitar 15 orang untuk dimintai keterangan, termasuk tiga orang yang ditetapkan sebagai terduga pelaku penganiayaan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Ia juga meminta masyarakat menggunakan media sosial secara bijak serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

"Kami juga mohon pada kesempatan ini kepada masyarakat agar melakukan pemberitaan yang tidak berlebihan dan menggunakan media sosial dengan baik dan benar," ujar Reynold.

"Tentunya saat ini penanganan semua telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Percayakan kepada kami, jajaran Polda Metro Jaya, dalam hal ini melaksanakan proses penegakan hukum," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6