Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia dan perusahaan teknologi Thales menjajaki peluang investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak.

Kerangka kerja sama tersebut mencakup penjajakan manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan terapan AI, pusat operasi keamanan siber, hingga teknologi pascakuantum.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional,” kata Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ricardo mengatakan investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritis diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi serta menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi.

Menurut dia, investasi tersebut juga diharapkan memperkuat kemampuan industri dalam negeri serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas.

Danantara memandang AI, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber sebagai sektor strategis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang, kapasitas inovasi, daya saing, serta ketahanan nasional.

Kemitraan itu juga membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara yang bergerak di industri terkait dengan menggabungkan kapasitas investasi Danantara dan keahlian teknologi Thales.

Investasi yang nantinya dikembangkan melalui kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik dan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.

Meski demikian, MoU tersebut masih merupakan kerangka awal kerja sama. Danantara menyatakan setiap rencana investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut, mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku, serta membutuhkan perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.

Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group Guy Bonassi mengatakan kemitraan tersebut merupakan kerja sama pertama Thales dengan Danantara pada sektor-sektor strategis, termasuk AI dan pertahanan.

“Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal,” ujar Guy.

Menurut dia, pengalaman Thales yang telah hadir di Indonesia selama hampir 50 tahun diharapkan dapat mendukung penguatan kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.

Thales memiliki keahlian di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital.

Dalam keterangan perusahaan, Thales menyebut mengalokasikan 4,5 miliar euro atau sekitar Rp91,76 triliun setiap tahun untuk riset dan pengembangan, antara lain pada AI, keamanan siber, teknologi kuantum, dan komputasi awan.

Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 85.000 karyawan di 65 negara dan membukukan penjualan sebesar 22,1 miliar euro atau sekitar Rp450,64 triliun pada 2025.

Sementara itu, Danantara Indonesia memiliki mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk mendukung antara lain industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Peruri dorong eksplorasi teknologi AI dalam transformasi digital

Baca juga: Siapa menguasai AI Indonesia?

Baca juga: DPD gandeng BRIN dan ICMI siapkan regulasi kecerdasan buatan

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.