Jakarta -

Kondisi rumah bisa berubah saat musim hujan, terutama di area dapur. Kondisi yang lembap bisa menimbulkan bau apek. Untuk menghindarinya, coba ikuti 5 cara ini.

Jelang akhir tahun, Indonesia biasanya mengalami pergantian musim dari kemarau menjadi musim hujan. Tak sekadar mengubah suhu, musim hujan juga bisa membuat kondisi dapur rumah berbeda. Bau lembap dan tanah yang samar mungkin saja tercium dari area dapur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelembapan tinggi memperlambat penguapan. Oleh karena itu, air yang biasanya menguap dengan cepat di kondisi kelembapan tinggi bisa menempel di meja, lantai, hingga rak dapur, dan seringkali tidak disadari.

Masalah ini biasanya lebih terasa di dapur yang memiliki ventilasi terbatas. Uap dari proses memasak, peralatan masak yang basah, hingga keberadaan lap yang masih basah bisa menambah kelembapan udara di sekitar area ini. Belum lagi sisa sampah organik di sekitar wastafel hingga partikel makanan di tempat sampah yang bisa menambah bau tak sedap di dapur.

Menyemprotkan pengharum ruangan mungkin dapat menutupi bau selama beberapa jam. Namun, tidak sepenuhnya mengatasi kelembapan secara keseluruhan.

Untuk menghindari kelembapan dan bau apek di area dapur ada beberapa tips yang bisa diikuti. Dilansir dari slurrp.com (10/8), berikut 5 tipsnya.

1. Perhatikan kebersihan wastafel

Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningWastafel harus selalu dibersihkan secara rutin. Foto: Getty Images/vovashevchuk

Area wastafel seringkali menjadi area paling lembap. Meja dan wastafel sebaiknya dilap hingga benar-benar kering usai selesai cuci piring. Jangan biarkan air menggenang di sekitar tepian. Bersihkan juga saluran pembuangan, lalu singkirkan sisa-sisa makanan yang menempel di dekat saringan.

Untuk menghindari bau saluran pembuangan yang membandel, siram wastafel dengan air panas lalu bersihkan saringan sepenuhnya. Hindari mencampur berbagai produk pembersih komersial, terutama produk yang mengandung pemutih dan pembersih mengandung asam.

Selain menghindari kelembapan ekstra, cara ini bisa menghindari berkembangnya bakteri, jamur, dan kuman. Sebab, kondisi lembap dan kotor akan menarik serangga, seperti kecoak, lalat, hingga tikus masuk ke area dapur.

2. Keringkan lap piring yang basah

Usai mengelap piring yang habis dicuci, biasanya lap akan menjadi sedikit basah. Di musim kemarau, kamu mungkin bisa meletakkannya begitu saja karena seiring waktu lap akan mengering.

Namun, di musim hujan, sebaiknya lap benar-benar dibersihkan dan dikeringkan usai dipakai. Bilas hingga bersih, peras, dan jemur di tempat yang memiliki aliran udara baik dan sinar matahari cukup.

Gunakan kain yang berbeda untuk mengelap piring, meja, atau tumpahan makanan dan minuman. Jangan lupa mencuci lap-lap tersebut secara teratur. Jika lap berbau apek, segera cuci bersih.

3. Buka rak-rak dapur

rak dapur hafelerak dapur juga perlu diperhatikan kebersihannya. Foto: detikFood

Rak atau lemari dapur yang tertutup rapat memerangkap kelembapan, terutama jika peralatan makan dan masak basah atau wadah yang baru dicuci diletakkan di dalam lemari.

Cara menghindarinya yaitu dengan membuka pintu rak atau lemari sekali sehari dan biarkan udara bersikurlasi. Periksa sudut di bawah rak untuk melihat apakah ada kelembapan yang terperangkap. Jangan lupa sekaligus mengelap sudut-sudut rak hingga kering.

Jika rak atau lemari dapur di rumah berbahan dasar kayu, kamu perlu ekstra memerhatikannya. Kayu lebih banyak menahan kelembapan daripada bahan lain.

Penting juga untuk tidak terlalu memenuhi lemari atau rak dapur. Beri sedikit ruang 'bernapas' di antara wadah agar udara bisa bergerak di sekitarnya.

4. Periksa kondisi stoples bumbu

Picture showing jars with spices in the kitchenStoples di dapur juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga bahan-bahan dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/macniak

Kelembapan musim hujan juga bisa mengubah bahan-bahan masakan yang ada di dapur. Garam, bubuk rempah, bahan kering lainnya bisa menyerap kelembapan dan membuat bahan dapur, terutama yang berbentuk bubuk menjadi menggumpal.

Dalam kondisi ini, disarankan selalu gunakan sendok yang benar-benar kering setiap kali menggunakan rempah-rempahan seperti ini. Jika wadah bumbu menjadi lembap, pindahkan isinya ke stoples bersih dan kering.

Jauhkan rempah-rempah yang sering digunakan dari kompor. Sebab, uap panas dari kompor dapat membuat rempah menjadi lembap. Rak di atas area memang bisa jadi pilihan yang lebih cocok.

5. Keringkan bahan dan peralatan basah

Meletakkan wadah lembap langsung ke dalam lemari tertutup adalah kesalahan lain, terutama di musim hujan. Setelah mencuci stoples, botol, atau peralatan masak lainnya, biarkan mereka mengering sepenuhnya sebelum disimpan.

Balikkan wadah hanya di tempat udara yang menyebar di bawahnya. Jangan memerangkap air di permukaan datar. Cara ini bisa mengendalikan penumpukan kelembapan di dalam lemari.

Mengeringkan alat masak yang baru dicuci juga dapat menghindari perkembangbiakkan pertumbuhan bakteri dan jamur. Jika alat masak disimpan dalam keadaan basah, kuman bisa menempel dan mengontaminasi makanan ketika alat tersebut dipakai kembali.

Udara yang terjebak di dalam lemari tertutup juga akan memicu bau apek tak sedap pada lemari hingga peralatan masak lainnya.

Selain itu, sejumlah alat masak, misalnya yang terbuat dari stainless steel atau logam tertentu juga rentan berkarat jika dibiarkan basah atau lembap dalam waktu lama. Jika berkarat, bisa berbahaya bagi kesehatan.

Halaman 2 dari 2

(aqr/adr)