Dari bahasa hingga riset, S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UMS kantongi akreditasi unggul

Sabtu, 3 Oktober 2026 14:49 WIB

Image Print

Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMS, Markhamah. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi PBIPD FKIP UMS sekaligus menegaskan komitmen program studi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Raihan Akreditasi Unggul menjadi bukti atas berbagai upaya yang dilakukan sivitas akademika PBIPD FKIP UMS dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kiprah PBIPD FKIP UMS dalam pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia pada jenjang doktoral.

Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih PBIPD. Menurutnya, predikat Unggul merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan program studi.

“Alhamdulillah, satu program studi di FKIP UMS terakreditasi Unggul oleh LAMDIK. Kami bersyukur atas raihan Akreditasi Unggul yang diperoleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor. Program studi ini masih cukup muda, tetapi dalam kurun waktu yang singkat mampu meraih Akreditasi Unggul. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh sivitas akademika FKIP UMS,” ungkap Anam, Sabtu.

Anam menambahkan capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas PBIPD FKIP UMS, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pada masa mendatang. Akreditasi Unggul diharapkan menjadi momentum bagi program studi untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Kepala Program Studi PBIPD FKIP UMS Prof. Dr. Markhamah, M.Hum., turut mengungkapkan rasa syukur atas raihan akreditasi Unggul tersebut. Ia menyampaikan capaian ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pengelola program studi untuk terus meningkatkan kualitas PBIPD FKIP UMS.

“Alhamdulillah, pencapaian akreditasi Unggul ini menjadi bentuk syukur sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas PBIPD. Semoga raihan akreditasi ini memberikan keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi dan terlibat dalam prosesnya,” ujarnya.

Markhamah berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan bagi PBIPD FKIP UMS untuk terus melakukan pengembangan secara berkelanjutan. Peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi menjadi bagian penting yang akan terus diperkuat.

“Kami berharap capaian ini menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola program studi secara berkelanjutan,” lanjut Prof. Markhamah.

Raihan akreditasi Unggul dari LAMDIK tersebut, lanjutnya, sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya mutu di lingkungan FKIP UMS. Capaian ini menunjukkan konsistensi fakultas dan program studi dalam menghadirkan penyelenggaraan pendidikan doktoral yang berkualitas serta adaptif terhadap perkembangan keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

Dengan diraihnya predikat Unggul, PBIPD FKIP UMS diharapkan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Indonesia, menghasilkan lulusan berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Akreditasi Unggul juga menjadi pijakan baru bagi PBIPD FKIP UMS untuk menghadirkan inovasi dan prestasi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.