Dekranasda-Disperindag Sleman gelar Gebyar Batik dorong ekonomi IKM

Senin, 5 Oktober 2026 20:37 WIB

Image Print

​Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman)

Sleman (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar Gebyar Batik Sleman 2026 sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dari industri kecil dan menengah (IKM) daerah setempat.

Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya di Sleman, Senin, mengatakan perhelatan yang berlangsung pada 2 hingga 31 Oktober 2026 dan terbagi dalam sejumlah agenda kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dan Hari Batik Sedunia.

"Dua momen batik ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk meneguhkan kembali bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi karya wastra pengejawantahan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, yang sarat makna, doa, dan kearifan lokal," kata Mila.

Ia menjelaskan Gebyar Batik Sleman 2026 dirancang sebagai ajang promosi, apresiasi, dan transaksi bagi produk IKM Sleman agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Masyarakat juga diajak untuk datang dan membeli produk-produk lokal sebagai dukungan nyata kepada para perajin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Dwi Wulandari mengatakan Gebyar Batik Sleman 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Sleman Creative Week 2026.

Dwi merinci terdapat tiga agenda utama dalam perhelatan tersebut, yakni Bazar Batik yang berlangsung pada 6–9 Oktober 2026 di Grha Kriya Dekranasda Sleman dengan menghadirkan 20 IKM batik, serta program Banjir Diskon hingga 50 persen sepanjang 2–31 Oktober 2026 untuk berbagai produk IKM.

Agenda ketiga adalah Sleman Halal Fashion & Craft yang digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Atrium Jogja City Mall, berkolaborasi dengan Jogja Fashion Rendezvous (JFR) 2026.

Dwi menekankan penempatan unsur halal dalam rangkaian kegiatan ini bertujuan mempersiapkan para pelaku IKM menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal untuk kategori barang gunaan tertentu, seperti sandang, penutup kepala, dan aksesori, yang mulai berlaku pada 18 Oktober 2026.

"Sleman Halal Fashion & Craft menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha bahwa kesiapan halal perlu dimulai dari pemahaman bahan, proses produksi, ketertelusuran, hingga proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Dwi.

Langkah itu, menurut dia, sejalan dengan program Sinergi Sadar Halal yang digagas Pemkab Sleman sejak 2024. Atas komitmen tersebut, Pemkab Sleman meraih penghargaan Terbaik II kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang Memberikan Dukungan Program Halal Terbaik pada Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2025.

Sebagai pembuka agenda Sleman Halal Fashion & Craft, panitia juga menyiapkan wicara purna (talkshow) bertema "Kenali Bahannya, Pahami Prosesnya, Siapkan Sertifikasinya" yang dilanjutkan dengan peragaan busana batik karya pembatik lokal Sleman.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dekranasda-Disperindag Sleman gelar Gebyar Batik dorong ekonomi IKM

Pewarta : STR
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026