Dinkes Barito Utara perkuat deteksi dini TBC di Lapas Muara Teweh

Senin, 7 September 2026 16:49 WIB

Image Print

Dinas Kesehatan Barito Utara melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis melalui tracing atau penemuan kasus secara aktif yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-Dinas Kesehatan Barito Utara

Muara Teweh (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah, memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan tracing atau penemuan kasus secara aktif yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis di Lapas Kelas II B Muara Teweh.

"Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menemukan secara dini penyakit TBC sekaligus mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan petugas di lingkungan pemasyarakatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Simamoraturahman di Muara Teweh, Senin.

Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga berupaya menemukan sedini mungkin adanya TBC maupun faktor risiko kesehatan lainnya.

"Deteksi dini menjadi langkah penting untuk memutus mata rantai penularan,” katanya.

Simamoraturahman mengatakan TBC merupakan penyakit menular yang dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak awal dan mendapatkan pengobatan secara tepat serta dijalani sampai tuntas. Sebaliknya, keterlambatan penemuan kasus dapat meningkatkan risiko penularan kepada orang-orang di sekitar.

Lingkungan lembaga pemasyarakatan, kata dia, memiliki karakteristik tersendiri karena warga binaan dan petugas beraktivitas dalam lingkungan yang sama dengan interaksi cukup intensif. Kondisi tersebut membuat deteksi dini dan pemantauan penyakit menular seperti TBC perlu dilakukan secara rutin.

“Apabila ada warga binaan maupun petugas yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC, kita harapkan dapat segera diketahui sehingga bisa dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

Selain tracing TBC, kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis. Menurutnya, integrasi tersebut memberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti pemeriksaan dengan baik dan memberikan informasi yang benar kepada petugas kesehatan. Masyarakat, termasuk warga binaan, diharapkan tidak merasa takut maupun malu untuk melakukan pemeriksaan.

“Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan penanganan dan menjaga kualitas hidup. Jangan menunggu sakit berat baru memeriksakan diri,” ujarnya.

Ia memberikan apresiasi kepada Kepala Lapas Kelas II B Muara Teweh beserta jajaran yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terlibat.

“Kami berharap kerja sama seperti ini terus ditingkatkan, tidak hanya dalam penemuan kasus, tetapi juga dalam pemantauan, tindak lanjut, pengobatan dan pencegahan penularan secara berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Kabut asap, Dinkes Barito Utara minta warga gunakan masker

Ketua Panitia Kegiatan Widho Aspriyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif sekaligus memperkuat deteksi dini berbagai masalah kesehatan di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.