Dinkes Kota Sorong perkuat sinergi lintas sektor percepat eliminasi malaria - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong, Papua Barat Daya memperkuat sinergi lintas sektor melalui sosialisasi percepatan eliminasi malaria sebagai upaya mewujudkan kota itu bebas dari penularan malaria pada 2028.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat di Sorong, Selasa, mengatakan percepatan eliminasi malaria tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga partisipasi aktif masyarakat.
"Target utama yang ingin dicapai adalah Kota Sorong bebas dari penularan malaria. Untuk itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar upaya percepatan eliminasi malaria dapat berjalan secara efektif," katanya saat membuka sosialisasi percepatan eliminasi malaria.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen, meningkatkan koordinasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna mencapai target eliminasi malaria pada 2028.
Sosialisasi itu melibatkan Balai Besar Karantina Kesehatan, para kepala distrik se-Kota Sorong, kepala puskesmas, penanggung jawab program malaria di seluruh puskesmas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), Tim Penggerak PKK Kota Sorong, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Jemima mengakui kasus malaria di Kota Sorong masih tergolong tinggi, sehingga Dinas Kesehatan terus memperkuat berbagai program pengendalian malaria melalui seluruh puskesmas.
"Upaya yang terus dilakukan meliputi edukasi kepada masyarakat, pembagian kelambu berinsektisida, penyemprotan rumah dan lingkungan yang berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk malaria, serta pelayanan pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar di fasilitas kesehatan," ujarnya.
Ia berharap sosialisasi tersebut mampu menyamakan persepsi seluruh peserta mengenai strategi percepatan eliminasi malaria, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mendorong peningkatan penemuan kasus, pengobatan sesuai standar, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen mendukung percepatan eliminasi malaria melalui kerja sama yang terpadu, berkelanjutan, dan berbasis data. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis Kota Sorong dapat mencapai target eliminasi malaria pada 2028 sesuai target nasional," ujarnya.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kota Sorong menunjukkan angka Annual Parasite Incidence (API) malaria di daerah tersebut masih mencapai 11,72 persen atau jauh di atas target pemerintah daerah sebesar satu persen.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong Jenny Isir menjelaskan pada 2024, sebanyak 33.784 orang menjalani pemeriksaan malaria dan 3.499 orang diantaranya dinyatakan positif.
Ia menyebutkan kasus malaria tertinggi tercatat di wilayah kerja Puskesmas Maladumes dengan API mencapai 74,86 persen, disusul Puskesmas Sorong Barat sebesar 9,89 persen, Puskesmas Kepulauan 5,91 persen, Puskesmas Malaimsimsa 5,81 persen, Puskesmas Remu 5,16 persen, Puskesmas Sorong Timur 4,15 persen, Puskesmas Klasaman 3,2 persen, Puskesmas Sorong 1,9 persen, Puskesmas Malaweli 1,8 persen, dan Puskesmas Malanu 1,1 persen.
Menurut Jenny, pengendalian malaria sangat bergantung pada perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat serta kebersihan lingkungan.
Karena itu, Dinas Kesehatan terus menggerakkan kader malaria di 10 puskesmas untuk melakukan edukasi, menemukan kasus secara aktif, dan merujuk pasien agar segera mendapatkan penanganan medis.
Selain itu, pengasapan juga dilakukan di wilayah dengan tingkat penularan tinggi untuk menekan populasi nyamuk dewasa, meski masyarakat tetap diimbau menjaga kebersihan lingkungan karena pengasapan tidak membasmi jentik nyamuk.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.