Dinkes Kotim perkuat pencegahan ISPA lewat pembagian masker gratis

Selasa, 28 Juli 2026 04:04 WIB

Image Print

Tenaga Kesehatan Puskesmas Baamang 2 membagikan masker gratis bagi masyarakat yang berkunjung ke Pasar Al Kamal, Senin (27/7/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melalui Puskesmas Baamang 2 memperkuat upaya pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat bersamaan dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Pembagian masker ini sebagai tindak lanjut dari kondisi belakangan yang mulai kabut asap. Sebulan terakhir kabut asap memang cukup parah, sehingga Dinkes membagikan masker secara gratis kepada masyarakat,” kata Dokter Umum Puskesmas Baamang 2, dr. Ayke Melda Nuriyana, di Sampit, Senin.

Ia menyampaikan, kegiatan kali ini dilaksanakan di Pasar Al Kamal, Jalan Hasan Mansyur, Sampit. Masker dibagikan sesuai jumlah anggota keluarga agar warga yang datang dapat membawa masker untuk anggota keluarga yang tidak hadir.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes menyalurkan satu dus masker dewasa dan satu dus masker anak, masing-masing berisi sekitar 10 kotak.

Seluruh masker yang dibagikan merupakan bantuan dari Dinkes Kotim sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat.

“Harapannya dengan masyarakat memakai masker bisa mencegah penyakit ISPA. Asap itu sangat berpengaruh terhadap saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah,” ujarnya.

Ayke mengungkapkan, Puskesmas Baamang 2 mulai mencatat peningkatan kasus ISPA sejak awal musim kemarau pada Juli 2026. Selain ISPA, kunjungan pasien dengan keluhan batuk, pilek dan diare juga mengalami peningkatan.

Disebutkan, kenaikan kasus terlihat dari jumlah kunjungan harian pasien, dengan tambahan sekitar lima hingga tujuh penderita ISPA dari setiap sekitar 100 kunjungan. Kondisi tersebut terjadi pada kelompok anak-anak maupun orang dewasa.

Baca juga: Diskominfo Kotim dorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi

“Maka dari itu selain menggunakan masker, kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan dan jangan ikut membakar lahan karena itu bisa memperparah kondisi kabut asap,” tambahnya.

Selain membagikan masker, Dinkes Kotim juga menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pengunjung dan pedagang Pasar Al Kamal. Kegiatan itu merupakan program rutin yang menyasar sekolah maupun ruang publik untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular.

Ayke menjelaskan pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah dan gula darah guna mengetahui kemungkinan adanya penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi.

“Kami melihat masyarakat cukup antusias karena mereka bisa memeriksa tekanan darah sampai gula darah. Bahkan ada yang baru mengetahui ternyata dirinya menderita diabetes maupun tekanan darah tinggi,” ucapnya.

Menurutnya, temuan tersebut menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala agar penyakit dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi lebih berat.

Ia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga pola makan serta memanfaatkan layanan kesehatan di puskesmas sesuai fasilitas BPJS Kesehatan yang dimiliki.

“Bagi yang terdeteksi memiliki penyakit kronis tentu perlu pemeriksaan lanjutan. Biasanya mereka akan mendapatkan obat untuk satu bulan dan rutin kontrol ke puskesmas,” jelasnya.

Baca juga: Karhutla sempat sebabkan penerbangan ke Bandara Haji Asan Sampit tertunda

Ayke menambahkan kegiatan CKG selama ini rutin dilaksanakan Dinkes bersama Puskesmas Baamang 2, antara lain di kawasan Taman Kota saat kegiatan Car Free Day. Sementara pelaksanaan di kawasan Pasar Al Kamal merupakan yang pertama dan diharapkan dapat berlanjut melalui koordinasi antara Dinkes dan pengelola pasar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Dinkes Kotim memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak kabut asap, sejalan dengan imbauan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk menekan risiko meningkatnya kasus ISPA selama musim kemarau.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho menyampaikan bahwa kegiatan pembagian masker gratis ini dilaksanakan selama tiga hari di lokasi yang berbeda.

“Kegiatan ini kami jadwalkan dari Senin di Pasar Al Kamal, lalu Selasa dan Rabu di lima lokasi, yakni simpang empat Jalan Pelita dan HM Arsyad, Jalan Achmad Yani simpang perpustakaan, Taman Kota Sampit, simpang tiga SMKN 1 Sampit dan SMAN 3 Sampit, kemudian di simpang Jalan Sari Gading dan Christopel Mihing,” sebutnya.

Ia menambahkan, jumlah masker yang disiapkan untuk kegiatan selama tiga hari ini meliputi 230 kotak atau 12.000 lembar masker dewasa dan 100 kotak atau 3.000 lembar masker anak.

Disamping pembagian masker, pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh puskesmas, rumah sakit dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk meningkatkan kesiapsiagaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam mengantisipasi dampak kabut asap.

Selain itu, Dinkes Kotim juga mulai mendistribusikan logistik kesehatan berupa obat-obatan, masker, serta perlengkapan lain yang diperlukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap memburuk.

“Ini upaya pencegahan yang dapat kami lakukan tapi tentu itu harus diimbangi dengan upaya dari masyarakat itu sendiri. Gunakan masker saat kualitas udara menurun, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan,” demikian Nugroho.

Baca juga: Hasil reses DPRD perkuat arah pembangunan Kotim

Baca juga: Komisi II DPRD Kotim panggil PLN minta penjelasan terulangnya pemadaman bergilir

Baca juga: PT Hutan Sawit Lestari libatkan akademisi dalam penyusunan PKB Ketenagakerjaan

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.