Dishut: Dedikasi Manggala Agni dan MPA redam karhutla di Kutai Barat - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dedikasi dan sinergi tangguh yang ditunjukkan oleh Manggala Agni bersama relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur tim gabungan lainnya berhasil meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kampung Sentalar, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur Rusmadi di Samarinda, Minggu, menyatakan pemadaman wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kutai Barat tersebut adalah kerja keras seluruh elemen yang berjibaku di lapangan.
Ia memaparkan bahwa area yang terbakar di Kampung Sentalar sejak Jumat (4/9) merupakan area penggunaan lain (APL) yang berstatus non-kawasan hutan, mencakup area kebun karet, semak belukar, serta hamparan serasah dan akar pakis kering di atas tanah berpasir.
"Keterlibatan aparat gabungan bersama relawan MPA membuktikan kuatnya gotong royong dan kesiapsiagaan kita bersama dalam memitigasi bencana serta menjaga kelestarian ruang hidup masyarakat dari ancaman kabut asap," ujar Rusmadi.
Ia mengatakan proses pemadaman berhasil dikendalikan berkat kerja sama solid antara Manggala Agni, MPA Kecamatan Damai, enam personel Brigdal Karhutla KPHP Damai, BPBD Kutai Barat, TNI/Polri, serta dukungan masyarakat setempat, sebanyak lima hektare dari total taksiran luas 12,74 hektare lahan berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Tindakan lokalisasi tersebut krusial agar kobaran api tidak semakin meluas dan menghanguskan lebih banyak kebun karet milik warga.
Untuk menaklukkan api di medan tersebut, tim gabungan bahu-membahu memaksimalkan seluruh sarana prasarana yang ada. Armada dan peralatan yang dikerahkan meliputi lima unit mobil slip on milik BPBD Kutai Barat, satu unit mobil slip on dan armada operasional KPHP Damai, dua unit truk tangki air, satu unit mesin pompa mini strike, empat unit pompa punggung, serta 10 rol selang kirim air.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.