Disnakertrans Banten dukung pengembangan pendidikan vokasi
Serang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrons) Provinsi Banten mendukung rencana pengembangan program pendidikan vokasi di tingkat sekolah SMK, sebagaimana disampaikan Gubernur Banten Andra Soni dalam upaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
"Kita dukung program ini sesuai dengan apa yang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) butuhkan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten Septo Kalnadi dalam keterangannya di Serang, Banten, Senin.
Septo mengatakan, secara teknis pelaksanaan program ini diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten sesuai kewenangannya.
Namun demikian, Disnakertrans Banten siap mendukung program percontohan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi Disnakertrans dalam program tersebut.
"Sekarang belum ada permintaan dukungan terhadap program ini," kata Septo Kalnadi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menggandeng pihak industri untuk mengembangkan program pendidikan vokasi di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan menekan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pendidikan vokasi yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak SDM yang unggul.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Banten berkolaborasi dengan Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 untuk menggagas proyek percontohan pendidikan vokasi di dua lokasi, yakni Kawasan Industri Modern Cikande di Kabupaten Serang dan Kawasan Industri Sawah Luhur di Kota Serang.
"Saat ini, pihak yayasan sedang melakukan tahapan studi kelayakan di kedua kawasan tersebut dengan mempertimbangkan lokasi, demografi usia sekolah, ketersediaan SMK sekitar, hingga kondisi perekonomian masyarakat," katanya.
Upaya Pemprov Banten ini sejalan dengan tren perbaikan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di Provinsi Banten pada Mei 2026 berada di angka 6,48 persen, turun 0,11 poin dibandingkan Februari 2026.
BPS juga mencatat total penduduk yang bekerja mencapai 5,88 juta orang, atau naik sebanyak 57 ribu orang dari Februari 2026. Adapun penduduk usia kerja di Banten pada Mei 2026 tercatat sebanyak 9,62 juta orang, dengan angkatan kerja mencapai 6,29 juta orang.
Selain proyek percontohan di kawasan industri, Pemprov Banten turut memperkuat daya saing tenaga kerja lokal melalui berbagai kebijakan prioritas. Langkah tersebut mencakup pembukaan pelatihan berbasis kompetensi di UPTD untuk warga usia angkatan kerja, optimalisasi sistem informasi lowongan kerja (Siloker), penyelenggaraan Job Fair, dan perluasan kesempatan kerja.
Gubernur menambahkan, dengan adanya sekitar 8.924 industri berskala kecil hingga besar yang beroperasi di Banten, optimalisasi pola pendidikan vokasi ini diharapkan dapat membuat lulusan SMK terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.
“Jadi persoalan lulusan SMK yang belum tertampung di dunia kerja itu bisa diselesaikan ke depannya,” pungkas Andra Soni.
Baca juga: Kemnaker tekankan lima aspek penting pembangunan ekosistem vokasi
Baca juga: Penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh mulai bekerja di luar negeri
Baca juga: Sekolah vokasi Kemenperin gandeng industri pacu ekonomi kreatif halal
Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.