Distankan Rejang Lebong antisipasi lahan pertanian alami kekeringan - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengantisipasi potensi kekeringan pada lahan pertanian di wilayah tersebut akibat musim kemarau yang melanda belakangan ini.
"Kami melakukan pendataan ke lapangan untuk mengetahui jumlah lahan yang terdampak kekeringan. Pendataan dilakukan oleh Petugas Penyuluh Lapangan atau PPL di wilayah kerja masing-masing sebagai data pendukung pengajuan bantuan ke Kementerian Pertanian," kata Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai saat dihubungi di Rejang Lebong, Rabu.
Baca juga: Kemenag Rejang Lebong tingkatkan kapasitas kepala madrasah dan guru
Dia menjelaskan, pendataan tersebut penting dilakukan mengingat luas areal persawahan baku yang tersebar di 15 kecamatan di Rejang Lebong saat ini tersisa 3.567,29 hektare.
"Petugas PPL di 156 desa dan kelurahan sudah kami perintahkan mendata lahan yang mengalami maupun berpotensi kekeringan. Hasilnya akan kami kirim ke Kementan untuk mendapatkan bantuan," tegasnya.
Menurut dia, pendataan ini dilakukan guna mendukung langkah antisipasi kekeringan berupa penyiapan bantuan mesin pompa air bagi kelompok tani di daerah rawan kekeringan, khususnya pada areal persawahan.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Pendampingan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Bengkulu Yartiwi menyampaikan Kementan akan menyalurkan sejumlah bantuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Rejang Lebong.
Bantuan dari pemerintah pusat tersebut meliputi benih padi reguler untuk lahan seluas 32.000 hektare, program optimalisasi lahan (oplah) seluas 3.000 hektare, serta program Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) tanaman kopi seluas 300 hektare.
Selain benih dan optimalisasi lahan, lanjut Yartiwi, Kementan juga mengalokasikan pembangunan infrastruktur pengairan, termasuk irigasi tersier di 10 lokasi pada tahap pertama, serta bantuan enam unit irigasi perpipaan (irpip).
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.