DKP Papua hilirisasi tuna-tongkol-cakalang perkuat ekonomi pesisir
DKP Papua hilirisasi tuna-tongkol-cakalang perkuat ekonomi pesisir
Selasa, 29 September 2026 15:06 WIB
Suasana Pasar Ikan Hamadi di Kota Jayapura, Papua (ANTARA/Qadri Pratiwi)
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat mengembangkan hilirisasi komoditas tuna, tongkol dan cakalang (TTC) untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.
Kepala DKP Provinsi Papua Iman Djuniawal di Jayapura, Selasa, mengatakan hilirisasi tuna-tongkol-cakalang membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat pesisir serta masyarakat adat sejak proses penangkapan hingga pemasaran.
“Di mana mutu ikan harus dijamin sejak dari hulu, lalu penangkapan dilakukan dengan benar sehingga ketika sampai ke pelanggan, kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Menurut Iman, Papua memiliki potensi perikanan yang besar, khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Berdasarkan data kami di mana potensi ikan di WPP 717 kurang lebih mencapai 1,3 juta ton namun mencapai 230 ribu ton sehingga hilirisasi produk perikanan ini penting dilakukan guna meningkatkan potensi yang ada," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya melakukan pemetaan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari sarana penangkapan, fasilitas penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.
"Memang kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan hilirisasi produk perikanan mulai dari pelabuhan perikanan perlu didukung fasilitas bongkar muat, listrik, air bersih, bahan bakar minyak (BBM), serta sarana pendukung lainnya," katanya lagi.
Dia menambahkan memang hingga kini sudah ada investor yang melirik, tetapi kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan sarana pendukung masih menjadi kendala.
"Percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar kesiapan pelabuhan, masyarakat, pelaku usaha dan pasar dapat berjalan secara bersamaan," ujarnya lagi.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026