DLHK soroti dampak lingkungan ledakan sumur minyak tradisional - ANTARA News Aceh
Aceh Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Timur menyoroti dampak terhadap kualitas lingkungan, baik udara, tanah, maupun sumber air, di sekitar lokasi ledakan dan kebakaran sumur minyak tradisional di daerah tersebut.
Kepala Bidang Penataan dan Pengawasan Izin Lingkungan dan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) DLHK Kabupaten Aceh Timur, Hermansyah di Aceh Timur, Selasa, mengatakan pihaknya prihatin atas kebakaran dan meledaknya sumur minyak yang dikelola secara tradisional masyarakat.
"Insiden tersebut menjadi pengingat aktivitas pertambangan yang belum memenuhi standar teknis dan belum memiliki kelengkapan perizinan memiliki risiko tinggi. Kebakaran dan ledakannya berdampak pada kualitas lingkungan, baik udara, tanah, maupun sumber air," katanya.
Sebelumnya, sumur minyak yang dikelola masyarakat secara tradisional di Gampong Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, terbakar dan meledak. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (5/7) siang.
"Kami prihatin atas peristiwa ledakan dan kebakaran sumur minyak tradisional. Kejadian ini menegaskan tingginya risiko keselamatan sekaligus dampak lingkungan dari aktivitas yang belum memenuhi standar teknis dan perizinan yang lengkap," katanya.
Hermansyah menjelaskan secara umum terdapat sejumlah potensi dampak lingkungan yang perlu diwaspadai akibat kebakaran sumur minyak tersebut, di antaranya kualitas udara karena asap dihasilkan meningkatkan konsentrasi partikel halus, gas beracun, serta menimbulkan bau menyengat.
Baca: Sumur minyak tradisional di Aceh Timur meledak
Selain itu, tumpahan minyak mentah juga berpotensi mencemari tanah. Apabila minyak meresap ke lapisan tanah dapat menurunkan tingkat kesuburan lahan dan memengaruhi kualitas lingkungan di sekitarnya.
"Tidak hanya itu, pencemaran juga terjadi pada sumber air. Minyak terbawa aliran permukaan saat hujan maupun melalui saluran drainase berpotensi mencemari irigasi, sungai, hingga air tanah yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Hermansyah menyebutkan dampak yang sebenarnya belum dapat dipastikan. Hal itu baru dapat diketahui setelah pengambilan sampel serta pengujian laboratorium sesuai prosedur.
"Secara umum terdapat potensi dampak terhadap udara, tanah, dan air. Namun besar kecilnya dampak pasti baru akan diketahui setelah hasil pengujian sampel keluar," kata Hermansyah.
DLHK Aceh Timur, kata dia, saat ini memfokuskan langkah pada penanganan aspek lingkungan. Sementara mengenai dugaan aktivitas pertambangan ilegal maupun proses penegakan hukumnya, sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
"Kami fokus pada penanganan dampak lingkungan di antaranya menyiapkan prosedur pengujian sampel laboratorium terkait kebakaran dan ledakan sumur minyak tersebut," kata Hermansyah.
Baca: Polres Aceh Timur ungkap penyebab ledakan di sumur minyak
Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.