Dompu memperluas skrining TB untuk lindungi masyarakat dari penularan
Dompu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memperluas pelaksanaan skrining tuberkulosis (TB) di 40 desa dan kelurahan lokus sebagai upaya meningkatkan deteksi dini, mempercepat penanganan pasien, serta melindungi masyarakat dari risiko penularan penyakit tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Hj. Maria Ulfah, kepada ANTARA, Selasa, mengatakan perluasan skrining merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian target eliminasi TB melalui penemuan kasus secara aktif di wilayah dengan beban penyakit yang relatif tinggi.
"Tujuan utama skrining ini adalah menemukan kasus sedini mungkin sehingga penderita dapat segera menjalani pengobatan. Dengan begitu, risiko penularan kepada keluarga maupun masyarakat dapat ditekan," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan skrining dipusatkan di 40 desa dan kelurahan lokus TB, yakni Kelurahan Dorotangga, Bali, Bada, Karijawa, Potu, Kandai Satu, Mangge Nae, Dore Bara, O'o, Kareke, Madaprama, Simpasai, Baka Jaya, Kandai Dua, Bara, Saneo, Pajo, Tembalae, Cempi Jaya, Sawe, Rasabou, Jala, Daha, Hu'u, Tanju, Sukadamai, Lanci Jaya, Kampasi Meci, Banggo, Soro, Taa, Kempo, Kiwu, Taropo, Beringin Jaya, Sori Tatanga, Sori Nomo, Pekat, Doropeti, dan Nangamiro.
Skrining dilakukan dengan menjangkau masyarakat yang memiliki gejala mengarah pada TB maupun mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien. Warga yang terindikasi akan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sehingga dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.
Baca juga: RSUD Dompu menambah lima dokter spesialis perkuat layanan kesehatan
Menurut dia, deteksi dini menjadi salah satu kunci pengendalian tuberkulosis karena memungkinkan pasien mendapatkan terapi lebih cepat sekaligus mengurangi peluang penyebaran penyakit di lingkungan sekitar.
Selain meningkatkan angka penemuan kasus, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala TB, seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam, dan berkeringat pada malam hari.
Pemerintah Kabupaten Dompu juga mengimbau masyarakat di wilayah sasaran untuk memanfaatkan layanan skrining yang disediakan fasilitas kesehatan dan tidak ragu memeriksakan diri apabila memiliki keluhan atau pernah kontak dengan penderita TB.
Baca juga: Pemkab Dompu memastikan TPP ASN dan dana desa segera dibayarkan
Melalui perluasan skrining di desa dan kelurahan lokus tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, angka penularan terus menurun, keberhasilan pengobatan meningkat, serta target eliminasi tuberkulosis di daerah itu dapat tercapai sesuai program nasional.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026