Dosen Pascasarjana UMPR raih fellowship di National University of Singapore
Dosen Pascasarjana UMPR raih fellowship di National University of Singapore
Senin, 13 Juli 2026 09:35 WIB
Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Dr Naufal, SAg MAg berhasil terpilih sebagai penerima program Postdoctoral Fellowship bergengsi di National University Singapore. (ANTARA/UMPR)
Palangka Raya (ANTARA) - Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) Dr Naufal, SAg MAg berhasil terpilih sebagai penerima program Postdoctoral Fellowship bergengsi di National University Singapore.
"Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kontribusi akademik institusi di kancah internasional," kata Naufal di Palangka Raya, Senin.
Naufal menerangkan bahwa program fellowship yang berlangsung ini menyaring ratusan akademisi global melalui seleksi proposal riset yang ketat.
Dia lolos dengan mengajukan proyek riset bertajuk "Becoming Pious Palm Oil Bosses: Aspirational Mysticism in Indonesia’s Food Estate Frontier" (Menjadi Bos Sawit yang Saleh: Mistisisme Aspirasional di Wilayah Perbatasan Food Estate Indonesia).
Dosen Pascasarjana UMPR ini menyatakan bahwa rekognisi internasional ini membuktikan kualitas riset lokal Kalimantan mampu berbicara di level dunia.
"Ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan jembatan akademis. Kehadiran saya di Singapura akan membuka peluang kolaborasi riset, publikasi bersama pada jurnal bereputasi tinggi, serta memperkuat peta jalan UMPR menuju World Class University," ujarnya.
Selama menjalani program fellowship, Naufal mendapatkan akses penuh ke fasilitas riset NUS, terlibat dalam lingkaran diskusi pakar (scholarly circles), serta mendapatkan mentor dari professor University of Hawai’i at Manoa.
Luaran utama dari program ini adalah penyusunan manuskrip artikel ilmiah yang ditargetkan menembus jurnal internasional bereputasi Q1 (Scopus).
Naufal juga menekankan pentingnya membawa narasi lokal ke panggung global. Melalui program fellowship ini, ia juga mendedahkan ajang tersebut merupakan dedikasinya untuk membawa nama Pascasarjana UMPR ke kancah dunia.
Dia menambahkan, pada kegiatan itu, fokus utamanya adalah mengarusutamakan studi Islam dan Kritik Agraria tentang Kalimantan di Asia Tenggara berbasis perspektif peneliti lokal.
Naufal juga menilai penting untuk melakukan dekonstruksi terhadap tata kelola ekologis saat ini, yang sering kali dihegemoni oleh spektrum luar (outsider) yang mendistraksi harmoni sosial-kultural asli.
"Mereka gagal melihat bahwa masyarakat lokal memiliki sistem yang jauh lebih adaptif dan ramah lingkungan," katanya.
Untuk itu, pihaknya hadir untuk membuktikan bahwa salah kaprah pengelolaan ekologis yang tidak mengindahkan suara lokalitas ini telah berdampak serius terhadap beban ekologis yang semakin nyata, sekaligus mengguncang jaring sosial-kultural dan ekonomi masyarakat.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.