Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyatakan kasus penembakan yang menewaskan Aris Sanda, seorang sopir asal Toraja, Sulawesi Selatan, di jalur Wamena Mbua, Papua Pegunungan, sebagai sebuah ancaman nyata terhadap keselamatan warga sipil.

"Apa pun tuduhan terhadap korban, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan di luar proses hukum. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama," kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Aris Sanda dilaporkan dihentikan dan disandera kelompok bersenjata sebelum kemudian ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab dan menyebut korban sebagai agen intelijen yang menyamar sebagai sopir.

Namun, tuduhan tersebut masih merupakan klaim pihak pelaku dan perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Menurut Sukamta, kasus ini menunjukkan bahwa masyarakat sipil masih menghadapi ancaman nyata di wilayah konflik Papua, termasuk warga yang bekerja sebagai sopir dan melayani kebutuhan transportasi serta distribusi logistik masyarakat.

Aparat menyebut Aris sedang menjalankan aktivitas transportasi masyarakat ketika insiden terjadi.

Sukamta meminta aparat keamanan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kronologi, pelaku, motif, serta memastikan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

"Jangan sampai warga sipil menjadi korban karena tuduhan sepihak. Negara harus memastikan bahwa siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil dapat diproses sesuai hukum," tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan deteksi dini dan perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya pada jalur transportasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Jangan hanya bergerak setelah terjadi penembakan. Pengamanan harus berbasis pencegahan, dengan memperkuat intelijen teritorial, deteksi dini, dan perlindungan masyarakat di titik-titik rawan," kata Sukamta.

Sukamta menambahkan ancaman terhadap sopir, pengemudi angkutan, pekerja, dan masyarakat yang melintas di wilayah rawan dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta pelayanan dasar masyarakat Papua.

"Jangan sampai masyarakat takut bekerja, takut bepergian, atau takut melayani kebutuhan masyarakat lainnya. Negara harus hadir memberikan rasa aman," ujarnya.

Selain penegakan hukum, Sukamta mendorong pendekatan keamanan yang tetap menempatkan perlindungan masyarakat dan pembangunan kesejahteraan sebagai bagian penting dari penyelesaian persoalan Papua.

"Keamanan dan kesejahteraan tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Papua membutuhkan ruang hidup yang aman agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik dapat berjalan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna dalam siaran pers di Jayapura, Rabu (16/9), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9) sekitar pukul 06.00 WIT di sekitar pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Menurut Wirya, pengemudi atas nama Aris Sanda asal Toraja dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama hingga meninggal dunia.

"Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan yang melintas dari Wamena menuju Mbua dihentikan sekelompok orang bersenjata. Dan kelompok tersebut kemudian memeriksa pengemudi dan penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang diperintahkan kembali menuju Wamena, sedangkan Aris Sanda dibawa menuju kawasan Danau Habema," ujarnya.

Ia menjelaskan setelah mendapati laporan tersebut pihaknya langsung bergerak langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudi.

"Kami bakal akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," katanya lagi.

Ia menambahkan pihaknya turut belasungkawa kepada keluarga korban dan menyayangkan peristiwa tersebut karena korban sedang bekerja membawa logistik serta melayani transportasi masyarakat menuju wilayah pedalaman.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi I DPR: Penembakan sopir di Papua ancam keselamatan warga sipil

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.