Jakarta, VIVA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membeberkan sejumlah capaian DPR RI selama masa persidangan tahun 2026. Mulai dari menyelesaikan pembahasan rancangan undang-undang (RUU), menetapkan APBN 2027, hingga menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga

Dalam pidatonya pada penutupan masa persidangan, Dasco mengatakan DPR terus menjalankan tiga fungsi konstitusionalnya, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, fungsi tersebut diarahkan untuk memastikan kebijakan negara berjalan sesuai konstitusi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga

20 RUU Disahkan Menjadi UU

Salah satu capaian yang disampaikan Dasco adalah DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan 20 Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi Undang-Undang (UU).

Baca Juga

Selain itu, DPR juga telah menyetujui 7 RUU menjadi usul inisiatif DPR RI.

Dasco menyebut sejumlah UU yang telah disahkan berkaitan langsung dengan upaya memperkuat perlindungan dan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa di antaranya mencakup:

  • Undang-Undang tentang pengaturan reforma agraria.
  • Undang-Undang perlindungan ketenagakerjaan.
  • Undang-Undang Satu Data.

Menurut Dasco, berbagai aturan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan amanat konstitusi, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, perlindungan negara, kepastian hukum, dan kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, DPR bersama pemerintah masih akan melanjutkan pembahasan 13 RUU yang saat ini berada dalam pembicaraan tingkat I pada masa persidangan berikutnya.

DPR Sahkan APBN 2027

Dalam fungsi anggaran, DPR bersama pemerintah telah menyusun dan menetapkan APBN Tahun Anggaran 2027.

Dasco menekankan APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi instrumen kebijakan negara untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi dan keadilan sosial.

DPR mengarahkan APBN untuk sejumlah sasaran, termasuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, memperkuat sektor riil, mendorong kemandirian ekonomi nasional, serta mempersempit kesenjangan sosial dan antarwilayah.

Di tengah ketidakpastian global, Dasco mengatakan Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dengan kondisi fiskal yang sehat dan kredibel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pertumbuhan ekonomi disebut bukan menjadi tujuan akhir. Pertumbuhan harus diarahkan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat.

"Setiap rupiah uang rakyat dalam APBN harus bekerja bagi kepentingan nasional, memperkuat kesejahteraan rakyat, dan menghadirkan manfaat yang nyata serta berkeadilan bagi rakyat," ujar Dasco.

Halaman Selanjutnya

Soroti Bencana hingga Karhutla