DPRD dukung Karnaval Budaya Murung Raya sebagai sarana merawat tradisi
DPRD dukung Karnaval Budaya Murung Raya sebagai sarana merawat tradisi
Senin, 3 Agustus 2026 16:25 WIB
Ketua DPRD Murung Raya Rumiadi memukul gong saat pelepasan peserta karnaval budaya yang dilaksanakan di Puruk Cahu, Senin (3/8/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Puruk Cahu (ANTARA) - Ketua DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah Rumiadi menghadiri pembukaan parade dan karnaval budaya yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-24 kabupaten.
“Saya mengapresiasi antusiasme peserta serta didukung warga yang menyaksikan sepanjang jalan di lokasi kegiatan. Karnaval Budaya bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan wadah penting merawat tradisi dan mempererat tali silaturahmi,” kata Rumiadi di Puruk Cahu, Senin.
Menurutnya karnaval budaya merupakan momentum untuk memperlihatkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada seluruh masyarakat.
“Tentunya di usia ke-24 Kabupaten Murung Raya ini, semangat kebersamaan dan keberagaman harus terus kita jaga sebagai modal utama pembangunan," jelasnya.
Baca juga: Karnaval Budaya Murung Raya 2026 sarana promosi karakteristik budaya daerah
Rumiadi juga menambahkan keterlibatan pelajar ataupun pemuda dalam kegiatan budaya ini menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap warisan leluhur.
“DPRD Murung Raya tentunya selalu siap untuk mendukung program-program pemerintah daerah dalam pelestarian adat dan budaya lokal,” tuturnya.
Sementara itu dalam karnaval budaya ini para peserta tampak menampilkan berbagai keunikan serta kreativitas, seperti pakaian adat tradisional, pertunjukan seni dan musik daerah, maupun mobil hias hingga maskot budaya.
Baca juga: Ketua DPRD Murung Raya dorong realisasi program pemkab minimal 80 persen
Baca juga: Hari Jadi ke-24, Gubernur Kalteng dorong sinergi menuju Murung Raya Emas 2030
Baca juga: DPRD Mura ingatkan alokasi anggaran terkait Raperda perubahan susunan perangkat daerah
Pewarta : Supriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.