DPRD NTB: Trauma warga harus ditangani sebelum rekonstruksi Dusun Adat Sade
Mataram (ANTARA) - DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta penanganan trauma warga menjadi prioritas utama pasca-kebakaran pemukiman adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
"Saya kira penanganan dampak kemanusiaan dinilai harus menjadi langkah darurat paling krusial sebelum masuk ke tahap rekonstruksi fisik," kata Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB, Lalu Pelita Putra di Mataram, Kamis.
Ia menegaskan bahwa pemulihan kondisi fisik dan mental masyarakat yang terdampak merupakan skala prioritas yang tidak boleh ditunda.
"Musibah ini sangat menyentuh kita semua. Penanganan utama saat ini harus dititikberatkan pada orang-orangnya terlebih dahulu pemulihan trauma (trauma healing), penanganan kesehatan mental, serta penyediaan tempat tinggal sementara yang layak bagi warga Sade," ujarnya.
Terkait proses revitalisasi fisik dan kultural, ia menyampaikan bahwa upaya restorasi membutuhkan proses jangka panjang dan keterlibatan multi-pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat. Pendekatan rekonstruksi bangunan adat pun harus mengikutsertakan tokoh adat lokal agar nilai sosial dan identitas budaya setempat tetap terjaga utuh.
Di sisi pariwisata, kendati kebakaran ini mempengaruhi paket kunjungan budaya menjelang ajang balap dunia MotoGP di Mandalika, Lalu Pelita optimistis musibah tersebut tidak mengganggu keseluruhan agenda nasional itu.
Untuk itu, pelaku industri pariwisata diimbau untuk menyesuaikan serta mengoptimalkan paket wisata alternatif yang ada di NTB.
"Musibah ini juga membawa ruang evaluasi terhadap pendataan cagar budaya," tegas Pelita.
Pelita mengungkapkan bahwa status penetapan situs budaya formal membutuhkan syarat tenaga ahli di tingkat kabupaten. Mengingat keterbatasan kapasitas daerah dalam pendataan dan verifikasi situs, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi X DPR RI untuk mendorong dukungan pendidikan serta pendampingan tenaga ahli budaya.
"Restorasi Sade adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak secara kolaboratif lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan Sade sebagai benteng budaya Sasak," pungkas dia.
Baca juga: Menteri Pariwisata sambangi korban kebakaran Dusun Adat Sade
Baca juga: Polisi tunggu hasil laboratorium forensik terkait kebakaran Dusun Adat Sade
Baca juga: NTB kumpulkan artefak untuk pembentukan Museum Sade