Batusangkar (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperkuat kemandirian usaha nasabah PNM Mekaar di Nagari Supayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, melalui program Klasterisasi Olahan Kopi demi menciptakan produk bernilai tambah.

“PNM hadir tidak hanya memberikan modal finansial, tetapi juga modal intelektual dan sosial. Melalui kegiatan klasterisasi ini, nasabah mendapatkan pembekalan pengetahuan dan keterampilan agar dapat mengelola serta mengembangkan usahanya dengan lebih baik,” ujar Wakil Pemimpin Cabang PNM Padang, Hengki Irawan di Batusangkar, Rabu.

Hengki menegaskan bahwa pengembangan usaha para nasabah binaan memang perlu didukung oleh pengetahuan yang mumpuni serta jejaring yang luas, di samping adanya akses terhadap modal finansial.

Dengan adanya pembekalan tiga pilar modal dari PNM tersebut, para nasabah diharapkan menjadi jauh lebih siap dalam mengelola manajemen usaha sekaligus lebih jeli dalam melihat peluang pengembangan produk turunan kopi.

Melalui program klasterisasi strategis ini, komoditas kopi lokal didorong agar tidak hanya dijual sebagai hasil panen mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi yang membuka peluang usaha baru yang lebih luas.

Para nasabah PNM Mekaar mendapatkan pengetahuan mendalam mengenai teknik pengolahan kopi secara modern untuk membantu mengembangkan potensi usaha yang berbasis pada kearifan dan komoditas lokal.

Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang nyata bagi nasabah untuk meningkatkan kualitas mutu produk, memperluas akses jangkauan pasar, hingga akhirnya mampu menambah pendapatan ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, PNM menghadirkan pakar yang berkompeten yaitu dosen Ilmu Tanah Pertanian dari Universitas Andalas sebagai narasumber untuk memberikan pembekalan teknis kepada peserta.

Selain sebagai wadah pelatihan keterampilan, kegiatan klasterisasi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi sesama nasabah untuk bertukar pengalaman kerja dan membangun kerja sama dalam mengembangkan usaha kopi.

Langkah nyata PNM ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tanah Datar, H. Nusirwan, yang memuji kehadiran PNM karena tidak hanya memberikan pembiayaan semata.

Nusirwan berharap program pelatihan dan pendampingan yang konsisten dari PNM ini dapat meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan nasabah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar.

Sebagai wujud dukungan konkret di lapangan, PNM juga menyerahkan bantuan batang bibit kopi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan bercocok tanam nasabah.*