Liputan6.com, Jakarta - Siapa sangka, salah satu orang terkaya di Korea Selatan dulunya adalah seorang pengemudi taksi yang pernah nekat menjaminkan organ tubuhnya ke lintah darat. Perjalanan hidup Seo Jung-jin bukanlah dongeng manis yang terjadi dalam semalam, melainkan sebuah drama perjuangan tentang nekatnya keberanian, ketekunan tanpa batas, dan insting bisnis yang tajam.

Dari balik kemudi taksi malam hingga memimpin raksasa bioteknologi dunia, pria tanpa latar belakang ilmu biologi ini berhasil membuktikan bahwa peta nasib bisa diubah secara drastis, asalkan berani melompati jurang risiko.

Naluri pekerja keras dan mental pantang menyerah telah menempa sosok Seo sejak usia muda. Demi menyelesaikan pendidikannya di bidang teknik industri Universitas Konkuk di Seoul, ia melakoni profesi sebagai sopir taksi. Setelah lulus, bakat kepemimpinannya membawa Seo meniti karier sebagai insinyur di konglomerat terkemuka Daewoo Motor.

Namun, badai krisis keuangan Asia yang mengguncang pada tahun 1997 mengubah jalan hidupnya secara mendadak. Runtuhnya Daewoo membuat Seo kehilangan pekerjaan dan memaksanya berdiri di persimpangan jalan.

Dilansir dari Economic Times, Rabu (14/10/2026), kehilangan mata pencaharian tak lantas meruntuhkan semangatnya. Pada tahun 2002, berbekal modal awal sebesar US$ 45.000 yang dikumpulkan bersama lima mantan rekannya di Daewoo, Seo nekat mendirikan perusahaan bernama Celltrion.

Keputusannya untuk terjun ke bisnis biometrik dan biosimilar, obat generik biologis yang memiliki kerumitan serta risiko kegagalan sangat tinggi, dipandang sebelah mata oleh banyak pihak, mengingat Seo sama sekali tidak memiliki latar belakang keilmuan medis.

Keberanian Menghadapi Risiko Ekstrem dan Badai Keuangan

Seo Jung-jin. (Instagram celltrion_global)

Perbesar

Seo Jung-jin. (Instagram celltrion_global)

Perjalanan Seo membesarkan usahanya diwarnai perjuangan hidup dan mati yang sangat dramatis. Dikutip dari Financial Times, ketika fasilitas produksi awal Celltrion membutuhkan suntikan dana segar yang masif dan perusahaan berada di ambang kebangkrutan, Seo kehabisan akses dana konvensional.

Dalam kondisi terdesak, ia mengambil langkah yang luar biasa nekat dengan meminjam uang dari lintah darat (loan sharks). Demi mendapatkan dana darurat untuk menutup operasional dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya, Seo bahkan menandatangani perjanjian dengan menjaminkan organ tubuhnya sendiri.

Pengorbanan pribadi yang tak terbayangkan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Fokus dan keyakinan Seo pada pengembangan obat biosimilar terbukti tepat. Celltrion berhasil memproduksi Remsima, obat biosimilar antibodi monoklonal pertama di dunia, yang membuka pintu pasar ketat Eropa dan Amerika Serikat. Kesuksesan melompati berbagai hambatan klinis dan regulasi membawa Celltrion tumbuh pesat menjadi raksasa bioteknologi.

Keberhasilan luar biasa ini mengantarkan kekayaan bersih (net worth) Seo Jung-jin melonjak drastis hingga diperkirakan menembus angka US$ 10 miliar atau sekitar Rp 178 triliun (kurs Rp 17.898 per US$) . Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu dari dua orang terkaya di Korea Selatan sekaligus pengusaha self-made billionaire paling terkemuka di Negeri Ginseng tersebut.

Kepemimpinan Lapangan dan Integritas Tanpa Batas

Dilansir dari Chosunbiz, gaya kepemimpinan Seo dikenal sangat dinamis, berani, dan berorientasi penuh pada lapangan (field-oriented leadership). Seo tidak sungkan merelakan waktu liburnya demi turun langsung meninjau jaringan penjualan global Celltrion.

Dalam menghadapi persaingan global yang sengit, ia secara pribadi memimpin penetrasi pasar langsung di negara-negara besar seperti Prancis, Amerika Serikat, Kanada, hingga Jepang. Di bawah arahannya, perusahaan terus melakukan lompatan strategis, mulai dari ekspansi fasilitas produksi berskala internasional hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung riset dan layanan kesehatan digital masa depan.

Ketokohan Seo makin mendapatkan pengakuan di tingkat internasional ketika ia dinobatkan sebagai EY World Entrepreneur Of The Year 2021, menjadikannya pemenang pertama asal Korea Selatan dalam sejarah 21 tahun penyelenggaraan penghargaan bergengsi tersebut. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan visi jangka panjangnya dalam menciptakan nilai sosial yang masif serta terobosan besar bagi dunia kesehatan global.

Filosofi kepemimpinan Seo berakar pada pembentukan tim yang solid, kerja keras tiada henti, dan keberanian mengambil keputusan di saat kritis. Dari seorang mantan pekerja otomotif yang rela menjaminkan diri demi impian bioteknologi, Seo Jung-jin membuktikan bahwa ketiadaan latar belakang formal di suatu bidang bukanlah penghalang utama untuk menjadi pelopor dan pemimpin industri berskala dunia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6