Pontianak (ANTARA) - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat ekspor perdana sarang burung walet asal daerah itu ke Singapura sebanyak 103 kilogram dengan nilai mencapai Rp1,3 miliar.

"Ekspor perdana tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong produk peternakan dan hasil hewan asal Kalbar menembus pasar internasional,"ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kadisbunnak Kalbar, Rino Anteno Tengo saat pelepasan ekspor di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat.

Ia menyebutkan ekspor tersebut dilakukan oleh PT Raymond Sukses Mandiri, perusahaan asal Kota Singkawang.

Menurutnya, dengan nilai ekspor sekitar Rp1,3 miliar untuk 103 kilogram, komoditas tersebut memiliki nilai rata-rata sekitar Rp12,6 juta per kilogram. Nilai tersebut menunjukkan potensi ekonomi sarang burung walet sebagai salah satu komoditas bernilai tambah dari Kalbar.

"PT Raymond Sukses Mandiri merupakan salah satu unit usaha pencucian sarang burung walet binaan Disbunnak Provinsi Kalbar," ucap dia.

Ia menjelaskan bawah perusahaan walet tersebut telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Tingkat/Level I atau kategori sangat baik.

"Sertifikasi NKV menjadi salah satu persyaratan penting dalam menjamin kelayakan dan keamanan produk hewan untuk dipasarkan, termasuk ke negara tujuan ekspor," kata dia.

Ia mengatakan penguatan standar, kualitas, dan pemenuhan persyaratan negara tujuan menjadi bagian penting agar produk asal Kalbar mampu memperluas akses pasar internasional.

"Ekspor ke Singapura tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan industri sarang burung walet dari hulu hingga hilir di Kalbar, sehingga tidak hanya menghasilkan komoditas mentah tetapi juga meningkatkan nilai tambah dan potensi pendapatan bagi pelaku usaha,"jelas dia.

Dalam kegiatan ekspor perdana itu turut dihadiri Kepala Bea Cukai Pontianak, General Manager PT Angkasa Pura II, Kepala Balai Karantina Hewan Indonesia Kalbar serta sejumlah instansi terkait.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.