Dian Eko Prasetio

| 18 Oktober 2026, 23:43 WIB

Empat Sekolah Segel Gelar Juara MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 di Bekasi dan Kudus

Para finalis MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 regional bekasi dalam upacara penghormatan pemenang di Bekasi International Soccer Field, Bekasi, Minggu (18/10/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio.

AKURAT.CO, Panggung puncak turnamen sepakbola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026-2027 sukses digelar secara serentak di dua regional, yakni Bekasi dan Kudus, pada Minggu (18/10/2026).

Ajang bergengsi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini berhasil melahirkan barisan kampiun baru sekaligus mempertegas dominasi sekolah-sekolah unggulan di ranah sepakbola putri tingkat sekolah dasar.

Di regional Bekasi yang dipusatkan di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela, SDN Pulogebang 07 keluar sebagai juara di Kelompok Usia (KU) 10.

Sementara pada kategori KU 12, SDN Cipayung 02 sukses mempertahankan supremasinya dengan mengamankan gelar juara dua kali beruntun setelah sebelumnya menjuarai seri Jakarta Raya.

Baca Juga: MLSC Jakarta dan Solo Lahirkan Juara Baru, Bukti Ekosistem Sepakbola Putri Semakin Konsisten

Di sisi lain, persaingan di regional Kudus yang berlangsung di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng tak kalah sengit. SDN 02 Jambean Pati berhasil menisbatkan diri sebagai kampiun di kategori KU 10, sedangkan takhta tertinggi kategori KU 12 diraih oleh SD Unggulan Muslimat NU.

Pertumbuhan MLSC Peserta Meroket

Penyelenggaraan MLSC Seri 1 musim 2026-2027 mencatatkan lonjakan partisipasi yang sangat signifikan di kedua kota.

Pada regional Bekasi, setidaknya ada 1.261 atlet dari 80 SD/MI yang ikut ambil bagian. Jumlah tersebut terbagi ke dalam 30 tim KU 10 dan 86 tim KU 12. Sementara pada regional Kudus diikuti oleh 1.672 atlet dari 100 SD/MI, yang terdiri atas 80 tim KU 10 dan 80 tim KU 12.

Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto, menilai tingginya partisipasi di Bekasi dan Kudus menjadi indikator kuat bahwa iklim sepak bola putri usia dini terus bertumbuh secara positif.

"Antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepakbola putri. Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepakbola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui kompetisi yang berkelanjutan," kata Edi.

Peningkatan kuantitas peserta ini juga diikuti dengan evaluasi kualitas pembinaan di tingkat sekolah. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, memberikan dorongan agar sekolah-sekolah lebih serius dan konsisten dalam memfasilitasi program latihan bagi para siswinya.