Ransiki (ANTARA) - Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat berhasil menggalang dana Rp39 juta untuk membantu korban terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketua PRFB Manokwari Selatan Marson O Huan di Ransiki, Rabu, mengatakan penggalangan dana melalui aksi kemanusiaan dan donasi terbuka diselenggarakan selama sepekan, terhitung sejak 19-25 Agustus 2026.

“Ini merupakan wujud kasih, kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas masyarakat dari Manokwari Selatan untuk korban bencana gempa bumi di Flores,” ujarnya.

Dia menyebut penggalangan donasi berlangsung di dua lokasi yaitu Distrik Ransiki dan Distrik Oransbari yang mendapat respon positif dari seluruh elemen masyarakat, sehingga berhasil menghimpun dana puluhan juta untuk dikirim ke Flores.

Aksi tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat diaspora NTT, melainkan sejumlah organisasi seperti Pemuda Arfak Manokwari Selatan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IHM), dan lainnya.

 “Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kami di Pulau Flores,” kata Marson.

Menurut dia, keterlibatan berbagai elemen dalam aksi sosial tersebut menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Manokwari Selatan terhadap situasi daerah lain yang sedang mengalami musibah bencana.

Seluruh dana yang sudah terkumpul selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pengurus PRBF Provinsi Papua Barat terkait mekanisme penyaluran bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

“Soal mekanisme penyaluran, kami koordinasikan dengan Flobamora provinsi di Manokwari,” ujarnya.

Koordinator aksi PRBF Manokwari Selatan Martinus Kema mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan pennggalan dana untuk mengurangi beban masyarakat terdampak bencana.

“Kiranya segala kebaikan dan ketulusan hati seluruh pihak yang telah membantu mendapat balasan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban yang meninggal dunia tercacat sebanyak 105 orang, korban luka-luka 1.678 orang, pengungsi mencapai 179.037 jiwa, dan 81.436 unit bangunan rusak.

Ada tujuh kabupaten di Pulau Flores yang paling terdampak, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.