Forkopimda Gunung Mas dan PBS perkuat sinergi cegah karhutla meluas

Sabtu, 29 Agustus 2026 18:20 WIB

Image Print

Bupati Gumas Jaya S Monong dan Ketua Umum FKGMS Mimie Mariatie mendampingi Kapolres AKBP Arum Sari Puspita Dewi, menyalurkan bantuan dari PBS kepada Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono dan lainnya, saat rapat koordinasi di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Jumat (28/8/2026). (ANTARA/HO-Polres Gumas)

Kuala Kapuas (ANTARA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah bersama sejumlah perusahaan perkebunan swasta (PBS) yang beroperasi di Kecamatan Manuhing memperkuat sinergi guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Bupati Gumas Jaya S Monong saat memimpin rapat di Kelurahan Tumbang Talaken Manuhing, Jumat mengatakan pencegahan karhutla harus terus diperkuat bersama seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan dan masyarakat, serta dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan.

"Saya mengingatkan agar kita semua meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya karhutla pada jam-jam rawan, serta pentingnya mencegah pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan secara sengaja," sambungnya.

Kabupaten bermoto 'Habangkalan Penyang Karuhei Tatau' berstatus Siaga 2 karhutla sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026 dengan penanganan sudah dilakukan pada 44 titik seluas 88,26 hektare.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkab Gumas juga mengaktifkan posko siaga di Kuala Kurun, Tewah, Sepang dan Rungan, termasuk memperkuat pemantauan titik panas, patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla.

Pemkab Gumas mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api karena penanggulangan karhutla menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Imigrasi Palangka Raya perluas edukasi keimigrasian ke pelajar Gunung Mas

Sementara itu, Kapolres Gumas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan karena keterbatasan jumlah personel di tingkat polsek, maka diperlukan dukungan berbagai pihak termasuk PBS yang beroperasi di wilayah kecamatan, agar penanganan karhutla berjalan optimal.

Ia juga menyampaikan perlunya penentuan lokasi pembangunan sumur bor di Manuhing sebagai bagian dari dukungan sarana pencegahan karhutla, mengingat Gumas memperoleh 15 titik sumur bor sesuai instruksi Kapolda Kalteng.

Selain sarana pencegahan, Kapolres Gumas mengajak masyarakat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian terdekat apabila menemukan kebakaran hutan, lahan atau pekarangan, karena pelaporan awal penting agar titik api dapat segera ditindaklanjuti petugas.

Dukungan pihak swasta juga ditunjukkan melalui penyerahan bantuan peralatan pemadam karhutla dari salah satu PBS kepada pemerintah kecamatan, koramil dan Polsek Manuhing berupa tiga unit mesin pompa air, sembilan set selang air dan satu dus masker.

Sinergi lintas sektor yang terjalin dalam rapat ini diharap memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla di Manuhing dengan melibatkan pemerintah, TNI-Polri, PBS, para tokoh dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Saya kembali menegaskan pentingnya kerja bersama dalam menghadapi karhutla, karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar, tetapi lakukan pencegahan sejak awal dan segera laporkan apabila ada titik kebakaran," demikian Arum.

Baca juga: Pemkab Gunung Mas kaji penggabungan perangkat daerah

Baca juga: Pemkab siapkan perbaikan lampu lalu lintas di Kuala Kurun

Baca juga: Forkopimda Gumas perkuat koordinasi dan patroli cegah karhutla

Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.