Liputan6.com, Jakarta - Friceilda Prillea meluruskan tudingan yang menyebut dirinya sengaja menghalangi Anrez bertemu dengan anak mereka. Perempuan yang akrab disapa Icel itu menegaskan, pembatasan pertemuan dilakukan semata-mata karena menghormati proses hukum yang hingga kini masih berjalan.

Icel mengaku heran karena dirinya terus menjadi sasaran tudingan seolah-olah memutus hubungan antara ayah dan anak. Padahal, menurutnya, ia hanya berusaha menaati prosedur hukum yang berlaku.

"Kalau misalkan di sini nggak ada, di sini cuma ditulis pokoknya antara hubungan saya, Anrez, dan anak tuh dikomunikasikan berdua aja. Itu tadi kenapa saya tuh selalu ditekan kayak saya selalu memfitnah dia, saya selalu di-framing untuk saya menghalangi dia ketemu anaknya, saya menghalangi hubungan ayah dan anak. Tidak pernah sekali pun," ujar Icel di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).

"Sekali lagi saya cuma menghargai proses hukum yang masih berjalan. Kalau prosesnya memang sudah selesai, damai sudah disetujui, saya juga nggak mungkin kayak orang gila dong mau apa menghalang-halangi mereka. Mereka mau ketemu silakan kok," Icel menyambung.

Klaim Dapat Ancaman

Friceilda Prillea. (Instagram/ friceildaprillea)

Perbesar

Friceilda Prillea. (Instagram/ friceildaprillea)

Kuasa hukum Friceilda Prillea, Adlina Amalia Bakhri, turut menjelaskan bahwa kliennya saat ini berada dalam kondisi tertekan. Menurut Adlina, Icel sempat mendapat ancaman akan dilaporkan menggunakan Undang-Undang ITE apabila tidak mengikuti keinginan pihak lawan.

"Jadi hargai dulu proses hukumnya, poinnya adalah itu. Kedua, kami sangat mentaati proses hukum, ya. Poin pertamanya itu. Yang kedua, klien kami itu ada dugaan-dugaan pengancaman yaitu akan dilaporkan dalam Undang-Undang ITE. Berarti kan klien kami ini ketakutan dong. Dia nggak mau melangkahi apa pun yang sedang berjalan gitu," kata Adlina.

Mengaku Kecewa pada Anrez

Di sisi lain, Icel mengaku kecewa karena menilai Anrez lebih banyak membahas penyelesaian persoalan hukum dibandingkan kondisi anak mereka. Pengalaman itu membuatnya mempertanyakan kesungguhan mantan pasangannya dalam menjalankan peran sebagai ayah.

"Sebelum lost contact itu ya dia tetap seperti Anrez pada umumnya. Tetap mem-push saya masalah... jadi awalnya dia nanyain anak dulu. 'Sampai kapan kamu mau halangi aku ketemu Faradi?'. Saya bilang saya nggak ada pernah menghalangi, saya menghargai proses hukum gitu kan. Dari situ cuma nanyain anak di awal nih, ke sananya balik lagi 'kapan ini selesainya?', 'kapan ini drafnya jadi?'. Jadi saya berpikir tuh kenapa ya seolah-olah kok nggak ada ketulusan dari dia? Yang dia butuhkan hanyalah image-nya kembali baik, framing-nya menjadi baik. Jadi kayak serius nggak sih mau jadi bapak?" urai Icel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Pada kesempatan sama, Icel menanggapi tudingan yang menyebut dirinya menjadikan anak sebagai alat untuk mencari keuntungan finansial. Icel merasa tuduhan tersebut sangat tidak berdasar mengingat statusnya saat ini adalah seorang ibu tunggal yang harus membiayai hidup sendirian. "Sekarang gini ya, sekarang kan kondisi saya kan seorang single mom. Saya mau cari uang dari mana lagi? Saya bukan berniat untuk menjual atau mengekspos anak saya ke sebuah konten atau ke sebuah apa pun. Pada kenyataannya memang brand yang datang ke saya untuk 'kak boleh nggak konten bersama anak?'. Botol susu beberapa botol susu saya kontenin bersama anak itu pun tidak memperlihatkan wajah anak saya. Saya dapat uang itu untuk apa? Beli susu, beli pampers. Karena apa? Karena nafkah dari dia mana?" pungkas Icel.