Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Jakarta, VIVA – Sebanyak 20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia terjun mempelajari potensi dan tantangan Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam.

Baca Juga

Agenda tersebut dimatangkan melalui Summer Course 2026 untuk menghasilkan rancangan pengembangan kawasan yang menggabungkan perspektif internasional dengan kebutuhan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi Harlina Sulistyorini mengatakan, program tersebut ditujukan untuk menghasilkan Green Barelang Spatial Development Design.

Baca Juga

Rancangan itu mencakup pengembangan ruang Kawasan Transmigrasi Barelang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, infrastruktur, konektivitas, hingga lingkungan.

“Teman-teman TUM akan membantu melakukan eksplorasi dan menganalisis potensi Barelang Rempang, terutama Kawasan Transmigrasi Rempang. Output akhirnya adalah green concept design yang nantinya bisa kita implementasikan agar kawasan menjadi lebih baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujarnya dalam pembukaan Summer Course 2026 di Batam, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga

Selama kegiatan, peserta akan mengamati langsung berbagai kondisi di kawasan. Kajian yang mereka lakukan mencakup potensi ekonomi, tata ruang, infrastruktur, aspek sosial, serta lingkungan.

Peserta juga akan berdialog dengan masyarakat untuk menggali kebutuhan dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi warga.

Harlina menegaskan, pengembangan Barelang harus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Menurutnya, pengembangan kawasan juga diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia.

“Kawasan Rempang ini memang peruntukannya untuk masyarakat lokal yang ada di sini sehingga lebih diberdayakan, lebih diberi kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan tenaga kerjanya, dan juga pemanfaatan sumber daya alam yang ada di seputar Rempang,” katanya.

Summer Course 2026 diinisiasi Universitas Diponegoro (Undip) bersama TUM, Kementerian Transmigrasi, dan BP Batam.

Kegiatan ini addalah bagian dari program Transmigrasi Patriot (Trans Patriot) yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata di kawasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses pembelajarannya dilakukan melalui kegiatan di kelas, diskusi, observasi lapangan, serta interaksi langsung dengan masyarakat.

Kolaborasi itu turut melibatkan Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Bogor (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), IPB University, dan Universitas Indonesia (UI) yang sebelumnya telah menjalankan kegiatan di Kawasan Barelang.

Halaman Selanjutnya

Hasil pengamatan dan pendampingan tim tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pendukung agar konsep yang disusun peserta Summer Course tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.