Gedung Bapenda Terbakar, Layanan Pajak Tetap Jalan dan 1.000 ASN Bekerja Bergantian
Okto Rizki Alpino
| 9 Agustus 2026, 16:15 WIB

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, usai meninjau Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)
AKURAT.CO Kebakaran di Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, membuat aktivitas sekitar 1.000 aparatur sipil negara harus berubah. Sebagian bekerja dari rumah, sebagian lainnya berpindah ke kantor pemerintahan lain.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan perubahan pola kerja itu dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan, sekaligus menjaga keselamatan pegawai setelah kebakaran pada Jumat, 7 Agustus 2026.
"Layanan perpajakan tetap berjalan karena data perpajakan Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital," kata Rano usai meninjau gedung tersebut, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda, Masyarakat Bisa Bayar Pajak Sambil Belanja di Jakarta Fair 2026
Pegawai yang terdampak berasal dari Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah, dan Bank Jakarta. Mereka sementara bekerja secara bergantian melalui skema bekerja dari rumah maupun dari kantor pemerintahan lain.
Kebakaran juga mengganggu salah satu layanan yang bekerja di balik layar, yakni pengendalian lalu lintas. Ruang pengendalian Dinas Perhubungan Jakarta di lantai 16 ikut terdampak. Dashboard CCTV dan Command Center karena itu akan dipindahkan ke Pusat Data dan Informasi di kawasan MT Haryono.
Sebelum pemindahan sistem rampung, petugas Dishub akan turun langsung ke lapangan. Mereka ditempatkan di sejumlah simpang prioritas, yang berpotensi mengalami kepadatan untuk menggantikan sementara fungsi pemantauan dari ruang kendali.
"Dishub Jakarta akan mengerahkan petugas ke sejumlah simpang prioritas yang berpotensi mengalami kepadatan. Keselamatan penghuni gedung menjadi prioritas utama," ujarnya.
Baca Juga: Transformasi Digital Bapenda Jabar, Aplikasi Semar Siap Kawal Transparansi Pajak Air Permukaan 2026
Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api kembali, dua mobil pemadam dengan 10 personel masih disiagakan di lokasi.
Di balik penanganan layanan dan pemindahan pegawai itu, penyebab kebakaran masih menjadi tanda tanya. Rano mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan bagaimana api pertama kali muncul dan menyebar di gedung tersebut.
"Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16," kata dia.