Jakarta -

Seorang kakek yang sedang berada di kopitiam terlibat perselisihan hingga dirinya didorong tersungkur ke lantai. Setelah diselidiki ternyata hanya karena salah paham.

Viral di Singapura, kisah seorang kakek di kopitiam yang didorong oleh seorang pelanggan pria hingga jatuh tersungkur ke lantai. Kejadian ini diduga karena kakek tersebut menepuk atau menyentuh kepala seorang anak kecil di sebuah kopitiam 50 East Coast.

Dilansir dari Strait Times (16/8/2026), kejadian itu viral di media sosial karena rekaman video kamera tersembunyi (CCTV) itu tersebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kakek berusia 73 tahun itu terlihat diserang oleh seorang pria berusia 40 tahun yang diketahui sebagai ayah dari anak kecil.

Kejadian ini terjadi pada 16.40 tanggal 15 Agustus 2026. Tak terima dengan insiden tersebut, anak dari kakek itu melapor kepada pihak kepolisian atas dasar penyerangan. Diketahui juga kalau kakek bernama Yeo itu adalah pemilik dari kedai mie wanton legendaris di daerah tersebut.

Anak dari kakek Yeo yang mengunggah video CCTV itu di Facebook dengan akun Bei-ing Wanton Noodle meminta informasi tentang identitas pria yang diduga mendorong ayahnya hingga jatuh. Ia juga menjelaskan kalau ayahnya mengalami kesulitan berjalan, serta biasa membantu di kopitiam tersebut.

Ia turut menjelaskan kronologinya, kakek itu terlihat berjalan di kedai kopi, berpegangan pada meja di kedua sisinya untuk menopang tubuhnya.

Saat ia berjalan melewati seorang anak yang duduk di salah satu meja, ia menepuk kepala anak itu dalam bentuk rasa kasih sayang atau perhatian.

Namun, seorang wanita yang duduk bersama anak tersebut mencoba menghentikannya dengan menepis tangannya. Tak berhenti di situ, pria di sebelahnya langsung melabrak kakek secara verbal dan mendorong hingga jatuh ke lantai.

Pengguna Facebook tersebut mengatakan bahwa pria itu belakangan meminta maaf kepada ayahnya dan menawarkan kompensasi berupa minuman. Ia menambahkan bahwa ayahnya menderita sakit punggung parah akibat kejadian tersebut.

Banyak netizen simpati terhadap kejadian yang menimpa sang kakek dan mendukung proses penyelidikan kepolisian. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kejadian atau situasinya, serta membiarkan polisi melakukan tugasnya dengan pengungkapan fakta.

Dilansir dari Mothership, seorang pelanggan setia dari kopitiam tersebut menghampirinya dan membawa serta anaknya.

Pelanggan bernama Jo Ng (40) menyebutkan kalau ia melakukan hal ini sebagai bentuk menyemangati sang kakek, Yeo.

Lebih lanjut, Ng bercerita kalau sering mengunjungi kedai kopi tersebut sejak masa sekolah menengah dan mengenal baik kakek itu karena kebiasaannya memanggil nomor pesanan dengan keras.

Ia membawa putrinya yang berusia satu tahun ke kedai tersebut, berharap dapat mendorong Yeo itu untuk berinteraksi dengan anak-anak kecil seperti biasanya.

(yms/sob)