Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Senin 31 Agustus 2026 waktu setempat, akibat lonjakan harga minyak yang memicu kembali kekhawatiran inflasi. 

Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak mentah dunia, yang sekaligus mengganggu jalur pasokan energi global dan meningkatkan ketidakpastian pasar.

Indeks utama Eropa kompak terkoreksi. Euro STOXX 50 turun 0,9 persen ke level 5.426, sementara STOXX Eropa 600 melemah 0,6 persen ke level 651. Meskipun ditutup merah, secara keseluruhan kedua indeks tersebut masih mencatatkan penguatan tipis sepanjang bulan Agustus masing-masing sebesar 1 persen dan 0,3 persen.

Tekanan serupa juga dialami oleh bursa saham utama regional, di mana DAX Jerman merosot 1,2 persen ke level 26.282 dan menghentikan tren penguatan selama empat hari berturut-turut, sedangkan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,8 persen ke level 8.334.

Kenaikan harga energi berdampak langsung pada akselerasi inflasi di sejumlah negara Eropa. Di Jerman, tingkat inflasi bulan Agustus naik menjadi 2,9 persen, memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memperketat kebijakan moneter guna meredam tekanan harga.

Situasi ini turut membebani sektor teknologi dan industri akibat kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi dan sentimen negatif dari pasar AS. Saham-saham di sektor infrastruktur AI dan pertahanan mengalami koreksi tajam, dipimpin oleh Siemens Energy yang merosot hingga 5 persen serta ASML dan Airbus yang turut melemah signifikan.

Tekanan jual juga merembet ke sektor barang mewah di Prancis akibat meningkatnya kehati-hatian investor di tengah gejolak geopolitik. Saham-saham jenama besar seperti LVMH, L’Oreal, dan Hermes kompak melemah sekitar 1 persen.

Di sisi lain, lembaga pemeringkat Fitch Ratings mengonfirmasi peringkat utang Prancis pada level A+ dengan prospek stabil, meski tetap memperingatkan tantangan berat dari tingginya utang publik serta pertumbuhan ekonomi yang lambat. Di tengah dominasi zona merah, saham sektor energi justru mendulang keuntungan, di mana TotalEnergies naik 1,1 persen berkat ditopang oleh tingginya harga minyak mentah di pasaran.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.