Gempa NTT, Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Halaman Rumah Sakit
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:59 WIB
Manggarai, VIVA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0-7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 15 Agustus 2026. Gempa dangkal tersebut berpusat di laut dan memicu guncangan hebat yang dilaporkan terjadi di Flores dan Sumba.
Baca Juga
Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.58.23 WITA, Episentrum berada pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah wilayah terdampak gempa dan menimbulkan banyak kerusakan bangunan yakni Kabupaten Manggarai.
Baca Juga
Gempa besar disertai gempa-gempa susulan menimbulkan suasana mencekam di RSUD Ruteng, di mana seluruh pasien dievakuasi ke halaman rumah sakit termasuk pasien dari unit perawatan darurat seperti obgin, ICU. Sejumlah pasien yang siap melahirkan terpaksa partus di bangsal-bangsal yang digelar di halaman rumah sakit.
Seperti dipantau VIVA, kerusakan dalam lingkungan rumah sakit milik pemda ini terjadi di sejumlah ruangan, yang terparah terjadi di lantai dua ruang poliklinik. Plafon ambrol dan tembok roboh. Efek gempa menimbulkan retakan-retakan besar di sejumlah bangunan.
Baca Juga
Selain merawat pasien, petugas medis RSUD Ruteng juga melakukan perawatan warga yang terluka akibat terkena material bangunan di rumah mereka.
Huma RSUD Ruteng, Rista Mari mengatakan, kosentrasi nakes seluruhnya terpusat pada penanganan perawatan pasien yang terpencar dalam evakuasi Sabtu pagi.
"Misalnya pasien NICU dan bedah kita posisikan di dekat ruang laundry. Untuk pasien IGD dan ruang perawatan kita arahkan di halaman dan di depan jalan," ujar Rista Mari.
"Kita bahkan telah menolong ibu-ibu yang partus dengan selamat," imbuhnya.
Terpantau, TNI-Polri mulai membangung tenda-tenda di setiap tempat penanganan pasien di lingkungan RSUD Ruteng. Sementara itu, Pemda Manggarai terus mendata kerusakan akibat gempa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gempa dahsyat ini tercatat memiliki kedalaman hanya 10 kilometer. Kombinasi magnitudo besar dan kedalaman yang relatif dangkal tersebut membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT.
Dalam informasi peringatan dini tsunami, BMKG menetapkan wilayah Ngada bagian utara dalam status Waspada berdasarkan hasil pemodelan tsunami, yang akhirnya informasi tersebut resmi dicabut.
Halaman Selanjutnya
Laporan Jo Kenaru/tvOne NTT