Gianni Infantino Sebut Pengkritiknya Semasa Piala Dunia 2026 Menyebarkan Kebencian
Hervin Saputra
| 27 Juli 2026, 20:22 WIB
Presiden FIFA dalam sesi konferensi pers menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). X/TheAthleticFC
AKURAT.CO, Tepat sepekan selepas Piala Dunia 2026 selesai, Presiden FIFA, Gianni Infantino, akhirnya menyampaikan reaksinya terhadap kritik yang diarahkan kepadanya selama perhelatan sepakbola terakbar empat tahunan itu.
Melalui akun Instagramnya, Gianni Infantino, menyatakan bahwa para pengkritik tersebut menyebarkan kebencian dan usaha memecah-belah. Pada saat yang sama, kata Infantino, FIFA bekerja keras untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2026.
“Kepada mereka yang berada di belakang pena dan kertas mereka, di belakang layar menyebarkan kebencian dan rumor, saya ingin mengatakan bahwa sementara Anda duduk di sana, kami di FIFA berada di garis depan menyelenggarakan, bekerja keras, dan menampilkan pertunjukan terbaik di dunia,” tulis Gianni Infantino.
Infantino menjadi sasaran kritik keras atas sejumlah insiden dan kebijakan selama Piala Dunia 2026. Diawali dari penolakan masuk wasit asal Somalia, Omar Artan, dan pembatasan keluar-masuk Tim Nasional Iran ke Amerika Serikat.
Yang paling disorot adalah ketika Presiden AS, Donald Trump, mengaku secara terbuka telah menghubungi Infantino agar FIFA meninjau ulang kartumerah terhadap penyerang tim nasional negaranya, Folarin Balogun.
https://akurat.co/bola/874465/gianni-infantino-didukung-200-anggota-fifa-untuk-periode-keempat-jerman-dikabarkan-menolak
FIFA kemudian mengabulkan permintaan tersebut dan Folarin Balogun bermain membela AS menghadapi Belgia di 16 besar di mana mereka kalah 1-4 kontra Belgia. Sejumlah pihak menyebut insiden tersebut telah mencederai asas independensi FIFA.
Infantino dalam pernyataan dengan pembatasan ruang komentar itu membela diri dengan menyebut contoh partisipasi Tim Nasional Iran. Infantino mengatakan bahwa Iran masuk ke AS dengan aman.
“Sementara Anda menyebarkan kebencian, kami bekerja tanpa lelah untuk menyatukan dia negara yang sedang perang,” tulis Infantino. “Iran masuk ke Amerika Serikat tanpa insiden dan konflik.”
Infantino sejatinya menghadapi penentangan yang signifikan dari anggotanya yang berasal dari Eropa. Negara-negara Eropa konon tak mendukungnya pada pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031 yang bakal digelar di Maroko, Maret nanti.
Namun demikian, lebih dari 200 anggota FIFA yang tidak berasal dari zona Eropa dikabarkan menyatakan dukungan terhadap Infantino untuk memimpin FIFA pada periode mendatang.