REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bayern Muenchen harus bekerja keras menghindari kekalahan setelah bermain imbang 2-2 melawan Augsburg pada pekan kelima Liga Jerman musim 2026/2027 di Stadion WWK Arena, Augsburg, Sabtu (10/10/2026). Pertandingan berlangsung dramatis setelah kesalahan fatal kiper Manuel Neuer menghasilkan gol tercepat sepanjang sejarah Bundesliga, sebelum Nathaniel Brown menyelamatkan Bayern lewat gol penyama kedudukan pada babak kedua.

Augsburg dua kali memimpin melalui gol Robin Fellhauer dan Rodrigo Ribeiro, tetapi Bayern mampu membalas lewat Ismael Saibari dan Nathaniel Brown. Hasil tersebut membuat tim asuhan Vincent Kompany tetap berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 11 poin dari lima pertandingan, tertinggal dua angka dari Borussia Dortmund yang memimpin dengan 13 poin.

Sementara itu, Augsburg menempati peringkat keenam dengan delapan poin dari lima pertandingan. Tim asuhan Manuel Baum hanya terpaut dua angka dari Bayer Leverkusen di posisi keempat, setelah berhasil menahan salah satu kandidat utama juara Bundesliga.

Pertandingan baru berlangsung beberapa detik ketika Augsburg secara mengejutkan berhasil membuka keunggulan. Robin Fellhauer memanfaatkan kesalahan Manuel Neuer yang gagal mengontrol bola dengan baik setelah menerima umpan ke belakang dari rekannya.

Neuer sebenarnya berusaha mengangkat bola melewati Fellhauer yang melakukan tekanan cepat. Namun, upaya tersebut gagal setelah pemain Augsburg itu berhasil merebut bola dan menceploskannya ke gawang Bayern yang sudah tidak terkawal.

Gol Fellhauer tercatat terjadi hanya dalam 8,37 detik, menjadikannya gol tercepat sepanjang sejarah Bundesliga. Catatan tersebut memecahkan rekor sembilan detik yang sebelumnya dipegang bersama oleh Karim Bellarabi saat membela Bayer Leverkusen melawan Borussia Dortmund pada 2014 dan Kevin Volland ketika memperkuat Hoffenheim menghadapi Bayern pada 2015.

Keberhasilan Fellhauer mencatatkan rekor tersebut menjadi semakin istimewa karena Bayern merupakan tim yang melakukan sepak mula. Namun, kesalahan ketika mengalirkan bola dari lini belakang justru membuat Augsburg memperoleh kesempatan mencetak gol sebelum pertandingan benar-benar berkembang.

Neuer mengakui kesalahan tersebut setelah pertandingan berakhir. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menyebut keputusannya mengolah bola di bawah tekanan lawan sebagai tindakan keliru yang seharusnya dapat dihindari.

"Itu merupakan kesalahan bodoh yang saya lakukan," kata Neuer sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi Bayern Muenchen.

Meski tertinggal sangat cepat, Bayern tidak kehilangan kepercayaan diri dan segera mengambil alih penguasaan bola. Harry Kane dan Michael Olise berusaha membangun serangan untuk menembus pertahanan Augsburg yang bermain disiplin.

Pelatih Vincent Kompany melakukan satu perubahan dalam susunan pemain utama dibandingkan pertandingan sebelumnya ketika Bayern menghancurkan Union Berlin dengan skor 7-0. Ismael Saibari mendapat kesempatan tampil sejak awal untuk menggantikan Jamal Musiala yang mengalami cedera otot saat memperkuat tim nasional Jerman.

Di kubu tuan rumah, Manuel Baum melakukan empat perubahan susunan pemain untuk menghadapi Bayern. Bek Juma Bah menjalani debut bersama Augsburg, sedangkan Youngwoo Seol mendapatkan kesempatan pertama tampil sebagai starter dalam pertandingan Bundesliga.

Augsburg tetap berusaha memberikan tekanan meskipun lebih banyak bertahan menghadapi dominasi penguasaan bola Bayern. Juma Bah sempat memperoleh peluang emas untuk menggandakan keunggulan, tetapi penyelesaiannya dari jarak dekat justru melambung di atas mistar gawang.

Bayern meningkatkan intensitas serangan menjelang akhir babak pertama melalui pergerakan Kane dan para pemain sayap. Penyerang tim nasional Inggris itu bahkan hampir menyamakan kedudukan setelah menyambut umpan silang Aleksandar Pavlovic, tetapi bola hasil tembakannya membentur mistar.

sumber : Antara