Gubernur Maluku: Gereja bentuk karakter dan identitas Maluku - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengemukakan Gereja Protestan Maluku (GPM) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas masyarakat Maluku, tidak hanya melalui pelayanan spiritual tetapi juga lewat kontribusinya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
"GPM tidak hanya menjadi pilar kehidupan spiritual, tetapi telah menjadi rumah bersama yang ikut membentuk jiwa, identitas, dan karakter manusia Maluku," kata Lewerissa usai perayaan HUT ke-91 GPM di Ambon, Senin.
Menurut dia, perjalanan 91 tahun GPM hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai catatan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran gereja dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat dan tantangan zaman.
Lewerissa mengatakan tema HUT ke-91 GPM, "Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Menaruh Takut akan Allah", memiliki pesan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Ia menjelaskan, bersyukur tidak berarti kehidupan selalu berjalan tanpa kesulitan, tetapi merupakan kemampuan untuk melihat penyertaan Tuhan di tengah berbagai tantangan.
Di sisi lain, rasa syukur tersebut harus mendorong gereja untuk terus bermisi dan hadir di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, termasuk akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan media sosial.
"Manusia semakin terhubung secara digital, tetapi cenderung semakin jauh secara emosional dan spiritual. Kita memiliki banyak informasi, tetapi belum tentu memiliki kebijaksanaan," ujarnya.
Karena itu, Gubernur berharap GPM dapat terus menghadirkan pelayanan yang nyata dengan menyapa masyarakat yang kehilangan harapan, menguatkan keluarga yang menghadapi persoalan, menjaga lingkungan, membangun generasi muda, serta memperjuangkan martabat dan keadilan bagi manusia.
Menurut Lewerissa, nilai takut akan Allah juga penting menjadi landasan dalam setiap tindakan dan pelayanan karena berkaitan dengan keadilan, kebenaran, serta tanggung jawab moral.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia yang memiliki karakter dan integritas.
"Maluku tidak hanya membutuhkan infrastruktur beton dan baja, tetapi Maluku membutuhkan jiwa-jiwa yang kokoh dan berintegritas," tegasnya.
Lewerissa mengatakan pemerintah dan gereja memiliki ruang pengabdian yang dapat berjalan berdampingan. Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sementara gereja dapat memperkuat aspek spiritual, karakter, dan kepedulian sosial.
Ia menilai agenda seperti penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pemeliharaan perdamaian dan penguatan persaudaraan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Memasuki perjalanan menuju satu abad GPM, Lewerissa mengingatkan agar gereja tidak terjebak pada romantisme masa lalu, tetapi terus beradaptasi dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
"91 tahun adalah bukti penyertaan Tuhan bagi GPM. Namun masa depan tidak menanti gereja yang terpukau pada romantisme masa lalu, sebab masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah dengan syukur dan tekun mengerjakannya," ujarnya.
Ia berharap perjalanan menuju satu abad GPM semakin memperkuat peran gereja dalam membangun manusia Maluku yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.