Gubernur NTT: Kebutuhan air bersih mendesak bagi korban gempa Flores
Gubernur NTT: Kebutuhan air bersih mendesak bagi korban gempa Flores
Selasa, 1 September 2026 11:52 WIB
Sejumlah anak pengungsi bermain di lokasi pengungsian di Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi Flores selama 14 hari, terhitung 29 Agustus hingga 12 September 2026, karena aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/tom.
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak gempa Flores yang saat ini sedang mengungsi.
"Air bersih menjadi kebutuhan mendesak di posko-posko pengungsian karena banyak sumber air yang mulai keruh," katanya di Kupang, Selasa.
Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi perwakilan Save the Children Indonesia bersama mitra lembaga kemanusiaan.
Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan bersama agar kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Gubernur Melki menyambut baik dukungan tersebut dan menilai kolaborasi berbagai pihak penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Selain air bersih, ia mengatakan perlindungan anak juga menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan dampak gempa Flores.
"Anak-anak menjadi kelompok rentan terdampak gempa Flores ini. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan kembali meskipun dengan keterbatasan," katanya.
Ia menegaskan pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar, perlindungan, pendidikan, dan pemulihan sosial masyarakat, khususnya anak-anak, tetap terpenuhi.
CEO Save the Children Indonesia Desy Kurwiany mengatakan pihaknya akan memberikan dukungan berupa penyediaan air bersih dan air minum, pemenuhan kebutuhan pangan, serta penyiapan tenda ruang belajar sementara. Pihaknya, kata dia, akan turun ke tiga kabupaten, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Timur.
Sebelumnya, pihaknya bersama CIS Timor dan Humanitarian Forum Indonesia telah melakukan Rapid Needs Assessment (RNA) di Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai.
Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan dukungan kemanusiaan, termasuk penyediaan kebutuhan dasar dan layanan bagi kelompok rentan di wilayah terdampak gempa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Kebutuhan air bersih mendesak bagi warga terdampak gempa
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.