Guru besar UIN Sunan Kalijaga sebut pentingnya literasi agama lintas budaya
Guru besar UIN Sunan Kalijaga sebut pentingnya literasi agama lintas budaya
Sabtu, 19 September 2026 13:41 WIB
Guru Besar Ilmu Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Inayah Rohmaniyah (kiri) didampingi Rektor UIN Datokarama Palu (tengah) dan Direktur Program Institut Leimena memberikan materi lokakarya literasi keagamaan lintas budaya di Kota Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/Moh Salam
Kota Palu (ANTARA) - Guru Besar Ilmu Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Inayah Rohmaniyah menyebutkan pentingnya penanaman kecerdasan beragama melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), khususnya di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Jadi program LKLB ini menjadi salah satu instrumen vital dalam menjaga kesehatan mental generasi muda sekaligus menekan angka perundungan atau bullying di lingkungan sekolah," kata ditemui di Kota Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan pendekatan edukasi agama kepada generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha tidak bisa lagi menggunakan cara-cara konservatif dan normatif yang kaku.
Menurut dia, generasi muda saat ini lebih menyukai pendekatan yang pragmatis, interaktif, dan dapat dirasakan langsung dampaknya melalui dialog serta interaksi fisik.
"Tentunya LKLB dirancang untuk memberikan program komprehensif yang tidak hanya menyasar level kognitif, tetapi juga mengedukasi, menanamkan nilai, hingga mempraktikkan perjumpaan antar-umat," ucapnya.
Berdasarkan riset terbaru dari Universitas Gadjah Mada (UGM), satu di antara tiga anak muda di Indonesia memiliki masalah kesehatan mental, dan satu dari 20 di antaranya telah terdiagnosa medis.
"Melalui LKLB ini harapannya para guru disehatkan dulu, jangan sampai ikut galau, sehingga nanti bisa menjadi rujukan moral bagi anak-anak. Sehingga sekolah harus menjadi tempat yang membuat mereka bahagia dan happy dengan agamanya serta keberagaman yang ditemui," katanya.
Ia menuturkan program LKLB ke depan bisa menghadirkan iklim sekolah yang aman, nyaman dan inklusif dengan menggunakan metode pembelajaran yakni berpusat pada siswa atau student centered.
"Kecerdasan beragama melalui literasi keagamaan lintas budaya ini dapat menjadi mekanisme vital untuk menjaga harmoni sekaligus instrumen dalam menjaga kesehatan mental anak bangsa," kata dia.
Program LKLB membekali pendidik dengan tiga kompetensi untuk hidup dalam masyarakat majemuk, yakni kompetensi pribadi, komparatif, dan kolaboratif.
Untuk jumlah guru alumnus LKLB mencapai 12.000 orang dari 38 provinsi di Indonesia dengan 859 guru berasal dari Sulawesi Tengah.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026