Hari Kesaktian Pancasila, GM PLN UID Yogyakarta ajak mahasiswa UGM berintegritas
Hari Kesaktian Pancasila, GM PLN UID Yogyakarta ajak mahasiswa UGM berintegritas
Senin, 5 Oktober 2026 16:46 WIB
General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo berinteraksi dengan mahasiswa saat menyampaikan materi dalam Seminar Umum “Bekal Berkarya dari Kampus ke Dunia Kerja” di DTETI FT UGM, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). ANTARA/HO-PLN
Yogyakarta (ANTARA) - General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjunjung tinggi nilai integritas dalam pembekalan memasuki dunia kerja pada Seminar Umum bertajuk “Bekal Berkarya dari Kampus ke Dunia Kerja” di Ruang Kuliah E6 DTETI FT UGM, Jumat (2/10).
Dalam acara yang digelar Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) tersebut Deri menekankan kesiapan menghadapi dunia profesional tidak hanya membutuhkan kompetensi akademik dan teknis, tetapi juga harus berlandaskan pada karakter yang kuat, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menambahkan pesan moral tersebut sangat relevan dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila yang menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas, gotong royong, dan semangat pengabdian kepada generasi muda.
Menurut Deri mahasiswa perlu membangun kebiasaan positif sejak berada di bangku kuliah, termasuk kemauan untuk berbagi ilmu, menjaga hubungan baik dengan orang lain, serta tidak merasa lebih unggul dibandingkan orang lain ketika memasuki dunia profesional.
“Di dunia kerja jangan pelit berbagi ilmu, pegang teguh integritas, selalu senyum dan membangun hubungan baik dengan rekan kerja. Jangan merasa paling hebat atau sombong. Yang tidak kalah penting adalah berbakti kepada orang tua, karena ridha orang tua menjadi salah satu jalan keberkahan dan rezeki,” kata Deri.
Deri mengatakan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan akan semakin bermakna apabila disertai dengan integritas dan kemauan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pribadi yang mampu bekerja sama, menghargai orang lain, dan terus belajar.
“Ilmu yang kita miliki jangan hanya untuk diri sendiri. Bagikan kepada orang lain dan terus belajar. Ketika kita bekerja dengan integritas dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, di situlah ilmu yang kita miliki memiliki nilai,” ujarnya.
Ia menambahkan pesan tersebut juga relevan dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila yang menjadi momentum untuk menanamkan nilai integritas, gotong royong, kepedulian, dan pengabdian kepada generasi muda.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa DTETI FT UGM. Bagus dan Grego, mahasiswa yang mengikuti seminar, menilai materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai kehidupan dunia kerja sekaligus menjadi pengingat agar persiapan menghadapi dunia profesional dilakukan sejak masa perkuliahan.
“Kami mendapatkan banyak insight mengenai dunia kerja. Lima hal yang disampaikan Pak Deri menjadi bekal penting bagi kami untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional sejak sekarang,” ujar Bagus.
Sementara itu, Dosen DTETI FT UGM Dr. Ir. Avrin Nur Widiastuti, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Deri dalam kegiatan tersebut dan menurutnya pengalaman yang dibagikan Deri memberikan perspektif yang relevan bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Deri. Ini luar biasa karena beliau membekali anak-anak kami dengan fundamental yang kuat, terlebih dalam kondisi yang serba cepat berubah. Apa yang disampaikan sangat relevan dan penyampaiannya juga menyenangkan sehingga dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa,” ujar Avrin.
Avrin menilai pengalaman Deri juga memberikan sudut pandang yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, bekal yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga bagaimana mahasiswa membangun sikap dalam menjalani kehidupan.
“Harapannya, mahasiswa dapat memaknai apa yang disampaikan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika bekerja, tetapi juga dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan kuliah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, PLN UID Yogyakarta berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat untuk mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, karakter, semangat gotong royong, serta kepedulian untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026